Selasa, 30 Desember 2014

Kesel deh!

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari ini aku bangun pagi-pagi. Aku harus ikut kakak keluar. Kakak masuk pagi aku pun harus ikut jika ingin menggunakan motor. Anggap saja aku mengantar kakak pagi ini untuk bekerja.

Aku memeriksa HP. Ada sms. “Mam hari ini ngajar di TVRI jam 4.45” sms salah satu staff di kantor. Hah? Aku hanya keget sebentar. Otakku belum sanggup berpikir banyak. Aku meletakkan HP dan bersiap untuk mandi. Dengan luntai aku menuju kamar mandi.

Kakak mulai gelisah. Ia menyuruhku cepat-cepat. “Tenang saja kakak, kita takkan telat. Kita berangkat jam 7” ucapku pada kakak. Ia pun tak berkata apa-apa lagi. Ia pergi untuk menyalakan mesin motor. Ia juga mencuci-cuci sedikit. Motor itu telihat sangat kotor.

Beberapa menit kemudian aku pun siap. Kami berangkat pukul 7 pagi. Tak ada yang sarapan. Jika kami sarapan, kami akan telat. Aku juga tak mau ia telat. Apalagi ia yang bertanggung jawab untuk membuka tempat kerjanya hari ini.

OKe, Let’s go.

Aku tak terlalu cerewet diatas motor kali ini. Aku menyerahkan sepenuhnya kepada kakak. Aku duduk tenang diatas motor. Aku juga menikmati perjalanan kali ini.

Sesampainya di tempat kerja, aku langsung menyalakan wifi HP. BBMpun masuk.
“Mam” chat bbm dari seorang staff di kantor.
”kenapa mam?”ucapku. “Mam, saya tidak tahu bisa atau tidak ngajar di TVRI hari ini. Saya lagi tunggu kabar dari ifa jam berapa kegiata hari ini kalau jadi” lanjutku lagi dalam chat itu.
”Jadi siapa dong? Talasalapang full teachernya semua. Kalau selasa besok kelasnya lagi mam Yuli E.4 jam 4.45 meeting 2” ucapnya. Hah? ya mana saya tahu mam, ucapku dalam hati. Aku sedikit kesal soalnya nadanya seakan memaksa.
”Nanti saya liat mam. Tapi saya tidak bisa janji. APa materinyakah mam? Nda ada bukuku disini” ucapku.
”Adaji bukunya disana mam” balasnya.
”Saya harus prepare dulu kan mam. Jadi harus saya tahu dulu apa materinya. Masa saya kesana langsung ngajar. Saya juga belum tentu kesana. Coba cariki bede yang lain mam. Karena nda pastika bisa” balasku.
”Belumpa di kantor juga mam. Jadi nda saya tahu apa materinya. Kalau mam erny nda bisa, ada kelasnya jam 3 sore. Ls 1. Kalau mam yuni nda tahu” balasnya lagi.
”Saya nda tahumi juga itu mam. Sebentarpi saya kasiki kepastian mam. Jam 12 pi. Tapi cari maki dulu mam. Tanya fathul coba” balasku lagi.
”Sir Fathul nda bisa. Mam ini permintaan kantor. urgent sekali. Tidak ada teacher.” balasnya lagi.
”Maaf sekali mam.Nda bisaka pastikan. nanti saya liat mam” balasku.
”Masalahnya tidak ada teacher lain selain kita mam” ucapnya.
”Kalau saya nda bisa juga mam. bagaimana. Nda bisaka pastikan. seriuska mam.” balasku.

Perbicaraan berakhir sejenak. Ia memindahkan topik ke masalah gaji. Aku tak punya masalah dengan kapan gajian. Itu tak ada pengaruhnya dengan kinerjaku.
“Mam. Nda jadiki ketemuan sama mam ifa. Sooo, mam ngajarki hari ini di TVRI :D. Tanyaki sir iman kalau butuh bantuan. Karena natau semuaji untuk TVRI” chatnya lagi.
Sungguh aku merasa di desak. Aku tak suka. Aku tak mau. Pertemuan dengan ifa sesungguhnya hanya satu alasan. Hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan kakak. Aku ingin pergi entah kemana bersama nya hari ini.

“Iya mam nda jadi sama ifa. Oke mam..” Maksudku oke disini sesungguhnya adalah oke untuk sarannya bertanya ke Sir Iman. Aku belum mengiyakan. Hanya saja memang secara tidak langsung aku memberikan sinyal mengiyakan. Kakakku minta untuk di temani hari ini. Ia melarangku untuk ngajar hari ini. Aku juga tak punya mood untuk ngajar hari ini.

Aku pun segera menghubungi staff itu kembali. Tapi belum di read. Aku pun menelfon ke kantor. Tapi staff terebut sedang keluar. AKu menghubungi mam erny, teacher koordinatorku. Ia menjawab dengan cepat. Aku harus mengkomunikasikannya segera. Aku tak jadi mengajar disana. Aku tak bisa. Kakak melarangku.

Mohon maaf ya mam. Hari ini aku benar-benar tak bisa menolong. Untungnya ada yang bisa menggantikan. alhamdulillah. Yes.. Yes.. Yes.. Ucapku dalam hati.

Pukul 2 siang, kakak sudah selesai bekerja. Kami pun bersiap untuk pergi. Sayang di luar masih hujan. Akhirnya kami menunggu sebentar-sebentar. Aku juga melanjutkan downloadku. Lama-lama hujan tambah deras. Aku lelah menunggu. Nampaknya hujan ini takkan berhenti. Aku memilih untuk menghentikan downloadku dan naik ke lantai 3 di kamar kakak. Kepalaku mulai puyeng dan sakit. Aku ingin istirahat.

Kami pun naik dan istirahat. Kala hujan reda, kami pun pulang ke rumah. Kami menerjang hujan. Walau sedikit basah tak apalah. Ini sudah perjalanan pulang. Alhamdulillah, sampai dengan selamat ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

Makassar, 29 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)