Tampilkan postingan dengan label About Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Me. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Mei 2019

,
Bismillahirrahmanirrahim


Guys, guys, saya mau cerita. Tahukan kalau Kate Middleton sama saya itu sebenarnya punya relasi dan kemiripan? 

Ah, masa iya? Ngga percaya (tanya pembaca)

Ngga percaya? Saya juga baru tahu. Jadi gini, kalian sudah baca beritakan tentang masa sekolahnya tante Kate ini yang agak kelam?

Belum?

Oke, jadi saya akan ceritakan ya! Seperti yang diberitakan di beberapa media online bahwa tante Kate pernah mengalami masa-masa sulit di sekolah. Ketika ia berusia sekira 13 atau 14 tahun, beliau pernah masuk ke salah satu sekolah swasta khusus perempuan. Ternyata di sekolah itu dia mengalami bullying. Pada akhirnya ia pun harus pindah sekolah dan sempat mengalami kondisi emosional yang kurang stabil.

Terus.. terus..   

Terus.. Setelah pindah sekolah, beliau menjadi lebih pendiam meski akhirnya bisa beradaptasi dan kemudian sangat senang dan menyukai sekolah itu.

Pada saat berada di usia yang sama. Seorang gadis menunjukkan sikap yang mirip, yakni menjadi lebih pendiam dari biasanya. Kisah ini berawal sejak diri ini memasuki tahun ajaran baru di kelas 4 sekolah dasar.

Kala itu, saya tengah mengikuti salah satu pelajaran. Di ruang segi empat yang kursinya diatur berjejeran tiga baris di depan dan empat baris ke belakang. Seorang anak perempuan duduk di bangku ke empat deretan paling ujung sebelah kiri dari pintu masuk. Ia ditemani oleh seorang teman sebangku yang juga perempuan.

Suasan kelas cukup panas. Terik matahari yang entah berapa derajat cukup membuat keringat bercucuran dan punggung teman-teman terlihat basah. Sang guru kemudian mengajukan sebuah pertanyaan. Gadis tadi kemudian dengan semangat yang ditunjukkan dengan acungan tangan lurus ke atas dengan sempurna seakan ingin menjangkau langit-langit. Seperti biasa, ia memang gadis yang semangat dan penuh percaya diri.

Ia benar-benar terlihat ingin menjawab pertanyaan tersebut. Sang guru pun mempersilahkannya. Dengan penuh keyakinan, si gadis pun menjawab. Tiba-tiba suara ledakan tawa menambah kebisingan siang itu.

Matanya pun melihat ke kanan dan ke kiri megikuti gerakan kepalanya. Dahinya berkerut. Ia tentu saja heran mengapa semuanya tiba-tiba tertawa. Apakah jawabannya salah? Hmm..

Selama ini, anak ini perangainnya selalu ceria cukup punya keberanian tampil di depan umum. Menari, jadi pembawa acara, menyanyi, dan beberapa aktivitas lainnya ia lakukan dengan penuh percaya diri tanpa ada gugup dan takut. Namun, kejadian ini sepertinya sedikit mengguncang sanubari. Ada pemikiran aneh bertengger dan mulai menancapkan akarnya di ruang memori yang terdalam. Guncangan ini seakan membesar hingga menciutkan nyali bahkan untuk sekedar berbicara di depan umum ataupun menjawab pertanyaan.

Parahnya, suara tawa itu kerap kali ia dapatkan ketika bertemu dengan teman-teman di sekolah untuk beberapa saat lamanya. Meski ia tak menanggapi, namun suara itu akhirnya bergema di kepala tiap kali ingin mengungkapkan pendapat. Gadis yang kulitnya sawomatang ini pun memilih bungkam dari pada harus menjawab pertanyaan. Meski sebenarnya ia yakin bahwa itu benar.

Ia pun menjadi pribadi yang cukup pendiam. Teman pun hanya seorang, yang kemudian meninggalkan dirinya kala lingkungan sekolah tak lagi sama. Sang gadis akhirnya lulus sekolah dasar. Sementara sang sahabat masih sibuk menyelesaikan tugas-tugas di bangku sekolah dasar.

Kondisi ini kian berakar. Di sekolah menengah pertama, ia tak begitu berprestasi begitu pun di sekolah menengah atas. Walau begitu anak yang kini lebih banyak menutup mulut berhasil masuk ke kelas khusus. Kelas di mana semua siswa-siswi pandai dikumpulkan.

Mendaftar di sekolah menengah atas, para siswi yang masuk di kelas khusus sebelumnya ini akan ditawarkan langsung untuk memasuki kelas unggulan tanpa tes apapun. Anehnya, gadis ini menolak. Ia tak ingin masuk dalam kumpulan orang-orang pandai. Dalam pikirannya, ia hanya akan menghadapi persaingan ketat dan tak bisa menikmati indahnya masa sekolah. 

"Jangan sampai hal yang terjadi ketika di SMP terulang lagi." Pikirnya.

Saat menempuh pendidikan di kelas khusus dulu, persaingan cukup ketat. Apalagi di sekolah ada genk terpopuler dan favorit yang terdiri dari sepuluh orang. Ia merasakan sesuatu yang tidak adil, karena genk ini diperlakukan cukup istimewa oleh para guru. Sebenarnya wajar saja. Karena para kumpulan anak-anak popular ini adalah para siswa-siswi yang bergabung di organisasi pramuka sekolah dan OSIS yang menyumbangkan segenap prestasi atas nama sekolah.

Oleh karenanya, ia tak ingin berada di lingkungan yang sama di sekolah ini. Baginya, masa SMA adalah masa yang harus dinikmati dengan penuh semangat. 

"Sekolah baru, semangat baru!" Teriaknya dalam hati.

Di sini, ia pun mencoba memasuki beberapa organisasi seperti Pramuka, Palang Merah Indonesia tingkat SMA, dan Marching Band. Namun, itu tak berlangsung lama. Ternyata ia lebih tertarik dengan pelajaran. Pada akhirnya terpilih untuk mewakili sekolah mengikuti Olimpiade Fisika tingkat kabupaten. Keberuntungan pun berpihak padanya. Ia mendapatkan Juara I dan mewakili kabupaten ke tingkat provinsi.

Jika diingat-ingat, masa sekolah SMA ini cukup membuat rasa gelisahnya berkurang. Meski demam panggung tetap saja belum bisa ia kontrol dengan baik dan percaya dirinya juga belum sepenuhnya pulih, namun segalanya terasa lebih baik. Hal yang ia syukuri adalah ia akhirnya memutuskan untuk menutup auratnya dengan berhijab.

---

Nah, tahukah kalian siapa gadis itu? Yup! Itu adalah segelintir kisah dari seorang gadis pemilik blog evhykamaluddin.com. Kisah yang terjadi di masa-masa sekolah dasar hingga lulus S3 (SD, SMP, SMA) hehehe.

Eh, eh, dari tadi kita membicarakan soal bullying. Kali aja ada yang belum tahu. Jadi, bullying dalam bahasa indonesia disebut juga penindasan, penganiayaan, perundungan, perisakan, pengintimidastian. Bisa juga dikatakan sebagai segala bentuk perlakuan yang dilakukan oleh seseorang atu lebih untuk menyakiti orang lain secara kasar baik secara verbal atau lisan maupun dengan fisik seperti memukul atau mendorong dengan sengaja.


Kembali ke topik utama! Sekarang sudah bisa disimpulkan bahwa persamaan antara saya dan Kate Middleton adalah sama-sama pernah mengalami bullying di masa sekolah. Sama-sama pernah mengalami depresi atau masa-masa sulit yang membuatnya menjadi pribadi yang pendiam.

Sayangnya, bullying yang didapatkan oleh Kate Middleton cukup berbeda. Tahukah kalian mengapa ia di-bully? Itu karena ia adalah sosok yang baik, cerdas, dan cantik. Ia mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan karena dianggap sempurna oleh orang-orang yang tak suka dengan kesempurnaan yang ia miliki. Bandingkan dengan saya, yang di-bully atau diejek karena kesalahan semata.

Kenyataannya, ternyata perbedaan kami terlalu banyak dibandingkan kesamaannya. Sekarang ia sangat cantik, penyayang, dikagumi banyak orang, bahkan menikah dengan seorang pangeran. Meski sama-sama pernah di-bully, tapi nyatanya saya tetap saja banyak kurangnya, tak secantik beliau, pandainya pun tak sepadan, dan masih berjuang untuk memulihkan kepercayaan diri serta menghilangkan demam panggung, bahkan belum menikah apalagi sama seorang pangeran.

Hufffttttttt

Well, saya sesungguhnya hanya ingin menyampaikan bahwa perilaku ini cukup banyak ditemukan khususnya di sekolah. Oleh karena ini, orang tua dan guru hendaknya memeriksa kondisi anak-anak yang mengalami perubahan drastris dalam bersikap sesegera mungkin. Siapa tahu ternyata ia baru saja mengalami tindakan yang cukup menggangu jiwanya dan terjadi terus menerus hingga menimbulkan trauma mendalam di fikirannya. Hal ini dikarenakan proses untuk recovery atau mengembalikan kepercayaan diri setelah mengalami trauma mendalam cukup menyita waktu yang lama. 

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

11 Mei 2019, 11:30 PM

Selasa, 18 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Di jaman now, proses belanja kini sedikit bergeser. Dengan adanya perkembangan teknologi, kita kadang tak perlu lagi keluar rumah untuk membeli sesuatu. Segalanya dapat dilakukan melalui smartphone. Bagi kalian yang membutuhkan beberapa rekomendasi situs belanja online, kalian dapat membaca lima rekomendasi tempat belanja online versi evhy.

Shopie

Tempat saya sering belanja online adalah Shopie. Semua pasti sudah tahu situs belanja yang satu ini. Apalagi baru-baru ini shopie menggait girl band paling terkenal di Korea. Jadi tambah hits. Dari dulu lebih sering belanja di sini karena adanya promo gratis ongkir atau potongan ongkos kirim. Shopie inilah yang pertama kali mencetuskan hal ini, sehingga saya pun berpindah untuk berbelanja di sini.

Hal lainnya adalah karena shopie menjual segalanya. Rasanya apapun yang saya inginkan dapat saya temukan di sini. Namun, untuk berbelanja di sini kalian harus pintar-pintar memilih toko karena barang yang sama dapat dijual dengan harga yang berbeda-beda. Saran saya lihatlah reviewnya, ratingnya, seberapa sering produk itu dibeli sebelum membelinya. Jika banyak yang beli dan melakukan repeat order di toko tersebut dengan komentar yang baik, berarti produk tersebut dapat dipercaya. Apalagi jika ia adalah start seller, kepercayaan terhadap toko tersebut semakin meningkat.

Lazada

Toko online lainnya adalah lazadda. Untuk belanja di sini, tipsnya sama saja dengan berbelanja di shopie. Di sini saya lebih sering belanja alat elektronik ataupun jam tangan. Apalagi dulu ada promo yang benar-benar gratis ongkir meski barang dikirim dari luar negeri. Benar-benar super hemat. Namun, sekarang promo itu berubah menjadi potongan ongkos kirim.

Online Shope di Instagram

Untuk online shope yang satu ini, lebih sering melihat dan berbelanja pakaian. Banyak toko-toko ori yang menjual produknya melalui instagram, khususnya toko fashion. Oleh karena itu, akan lebih preferable untuk belanja segala jenis pakaian di sini meskipun tidak gratis ongkir. Namun kadang-kadang ada juga beberapa toko online yang memberikan promo beli tiga gratis ongkir atau potongan harga.

Play Store

Saking jarangnya saya belanja online dan lebih sering mendownload aplikasi di smartphone. Play store ini adalah tempat favorite untuk belanja aplikasi karena memang itulah salah satu fungsinya. Apalagi banyak aplikasi gratis yang tersedia untuk memudahkan pekerjaan melalui telfon pintar khususnya Android.

Tokopedia

The last but not least, saya sering sekali membandingkan harga antara ketiga toko online yang bersaing di lini yang sama. Kadang kala tokopedia menawarkan harga yang jauh lebih murah. Oleh kareanya, di kondisi tertentu dimana ongkos kirimnya tidak terlalu mahal, saya akan memilih untuk berbelanja di sini.

Inilah situs belanja yang paling sering saya kunjungi dan membeli sesuatu di sana. Sekedar info aja. Sebenarnya saya bukanlah orang yang suka belanja online, sehingga tidak banyak situs yang saya kunjungi untuk berbelanja. Oleh karena itu, jika kalian punya rekomendasi situs online untuk produk-produk tertentu, Please! jangan sungkan-sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Sharing is caring, kan?

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day28

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

18 Desember 2018, 5:32PM!
,
Bismillahirrahmanirrahim

Setiap orang biasanya menginginkan hidupnya bahagia. Begitupun diri ini. Namun, setiap diri kita memiliki persepsi kebahagiaan yang berbeda-beda. Ada yang merasa bahagia memiliki mobil, rumah, pasangan, ataupun menggapai impian mereka. Ada juga yang hanya bahagia meski mendapatkan hadiah sebuah the pucuk. Ceritanya dapat kalian baca dalam kisah kebahagiaan itu sederhana.

Lantas, bagaimana persepsi saya tentang kebahagiaan? Menurut saya, kebahagian itu sederhana kok. Ngga percaya? Hmm.. simak deh lima kebahagiaan simple yang sederhana berikut ini.

Dibuatkan Ice/Hot Chocolate

Sebagai blogger, kadang saya sangat lupa dengan lingkungan sekitar jika sudah menekan tombol-tombol keyboard di laptop. Untuk minum air putih yang sangat penting atau bahkan makan saja sering sekali terlupa hingga sebuah tulisan selesai. Oleh karenanya, dalam keadaan yang seperti ini tiba-tiba diberi atau dibuatkan dan dibawakan ice atau hot chocolate yang enak sungguh sangat menyenangkan. Ice chocolate lebih preferable ketika cuaca sedang panas-panasnya, sedang hot chocolate disaat hujan dan cuaca sedang dingin. Jikalaupun yang dibawakan adalah air putih dan mengingatkan untuk meminum air putih sejenak, itu juga cukup membahagiakan. :D

Dapat Hadiah Buku

Ini salah satu kebahagiaan yang tiada tara. Apalagi jika buku yang diberikan secara gratis ini adalah buku yang diidam-idamkan sejak lama. Saya tuh bisa meleleh dibuatnya. Oleh karena itu, sering kali diri ini berpesan kepada teman-teman jika ingin memberikan hadiah utamanya di hari spesial, lebih baik memberiku buku yang bermanfaat dari pada kue. Saya selalu percaya bahwa sebuah buku dapat menjadi amal jariah jika seseorang yang membacanya mampu mengambil manfaat dan hal-hal positif lainnya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Traktiran Makan

Sebagai orang yang suka makan, tentu membahagiakan bila diberi makan apalagi kalau gratisan alias traktiran. Ini adalah kebahagiaan yang haqiqih. Sebenarnya saya anaknya tidak pilih-pilih makanan, namun paling membahagiakan jika di traktir makan ice cream, pizza, coto, makanan seafood utamanya cumi-cumi, dan masih banyak yang lainnya.

Komentar di Blog

Ini adalah kebagahiaan yang paling sederhana. Hanya dengan berkunjung dan meninggalkan jejak di komentar blog membuat diri ini senang dimabuk kepayang. Mengapa? Seperti yang saya katakana bahwa komentarmu adalah semangat bagiku untuk terus berbagi. Tentu saja saya menginginkan komentar yang relevan dengan tulisan dan saran yang membangun. So, jika kalian berkunjung ke blog ini, pleaseee please pleaseee, tulis apa saja yang relevan di kolom komentar ya. Jika yang mengomentari adalah seorang blogger, maka dengan segera akan berkunjung balik. Follow juga blog ini untuk mendapatkan notifikasi tulisan baru dan saya juga akan dengan senang hati memfollow blog kalian.

Dimasakkan Makanan

Lagi-lagi tentang makanan. Memang diri ini tak bisa lepas dengan hal yang satu ini. Paling senang jika pas sibuk-sibuknya dan kadang lupa makan, tiba-tiba ada orang yang memasakkan dan membawakan makanannya ke saya. Duh, terharu banget rasanya. ^^

Cukup sekian kebahagiaan yang sederhana ini. Bagaimana menurut kalian? Apakah sederhana? Eh, iya. Yuk, tuliskan juga kebahagiaan yang sederhana menurut kalian di kolom komentar ya. Ditunggu!(^^)

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day27

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

18 Desember 2018, 1:32PM!

Senin, 17 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Kenangan masa kecil kadang kala seperti petir yang menyambar, namun kadang pula menjadi penghangat hati di tengah cuaca dingin yang mendera. Ketika mengenang masa kecil, entah mengapa tak banyak hal yang mampu terrekam kembali. Adakah kejadian masa lalu yang membuat diri ini lupa akan masa-masa di usia yang menggemaskan? Otak ini rasanya sudah terputar berbagai arah mecoba menemui ingatan itu, namun hanya inilah yang tersisa.

Boneka Panda

Boneka Panda ini adalah kenangan indah yang tak bisa terlupakan. Boneka pertama yang menjadi hak milik yang diberikan oleh Ayah tercinta. Boneka yang dapat duduk karena ada ekor yang menahannya. Setiap hari saya menghabiskan waktu bersamanya. Dahulu saya sangat senang bila bersama Ayah.

Adanya boneka ini merepresentasikan dirinya yang membuat hari-hari terasa begitu menyenangkan. Namun semua itu luntur, tak kala ekor boneka ini terlepas. Ia tak bisa duduk lagi. Masih teringat bagaimana diri ini menangis meraung-raung karenanya.

Sering ke Sawah

Keluarga kami adalah keluarga petani. Saya dan kakak-kakak sering diajak ke sawah untuk membantu Ayah menggarap sawahnya. Kadang kala jika musim kering tiba, terik matahari sungguh menyengat tubuh kami tetap harus ke sawah untuk membantu Ayah. Meski begitu, rasanya kami tetap dapat tersenyum bahagia bersama menikmati pemandangan langit biru yang cerah dengan awan putih bergelombang.

Hal yang paling menyenangkan ke sawah adalah memandang lagit biru. Di daerah kami tidak ada laut biru. Oleh karenanya, saya senantiasa mengimajinasikan langit yang dihiasi awan putih itu sebagai hamparan laut yang bergelombang. Rasanya sungguh mendamaikan dan memanjakan mata.

Bermain di Bawah terik sinar mentari

Sewaktu kecil, saya termasuk anak yang sangat aktif. Meski di siang bolong, kalian akan dengan mudah mencari saya di sebuah tanah lapang atau sawah kering di dekat rumah. Yup! Di sanalah diri ini sering bermain bersama teman-teman lainnya. Saya suka sekali bermain layangan, lari-lari, petak umpet, dan lompat tali. Paling tidak masa kecil ini menyisakan cerita masa kecil yang penuh dengan tawa.

Ditertawakan se-isi Kelas

Memasuki kelas empat SD adalah momen yang paling ingin saya lupakan seumur hidup. Sayangnya, tak mudah menghapusnya dalam ingatan. Trauma di masa kecil memang senantiasa membekas lama.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saya adalah anak yang aktif. Selain itu saya juga percaya diri untuk tampil di depan umum bahkan bisa dibilang over. Sering sekali diri ini diundang untuk bernyanyi mengisi acara ulang tahun anak-anak tetangga dan mewakili sekolah dalam lomba tari. Namun, suatu kejadian di kelas empat ini sungguh menciutkan nyali untuk tampil di depan umum.

Kala itu, saya mengangkat tangan untuk menjawab sebuah pertanyaan. Saya lupa pertanyaannya apa. Yang jelas saya menyebutkan jawaban yang salah. Mungkin hal itu sangat sederhana dan saya menjawabnya benar-benar salah. Oleh karenanya, se-isi kelas mentertawakan bahkan guru saya pun ikut tertawa.

Entah angin apa yang merasuki jiwa, saya tak tahan dengan mimik wajah dan suara tawa mereka. Ia selalu terngiang di kepala dan menciutkan nyali. Ingin rasanya diri ini menangis namun tak bisa jua. Kondisi ini berangsur memburuk. Masa-masa sekolah pun saya lewati dengan rasa ketidakpercayaan diri. Saya tak berani lagi mengungkapkan pendapat di depan umum. Meski sering saya dapati pendapat itulah yang benar dan yang terpilih.

Memasuki dunia blogger adalah kesyukuran terbesar bagi saya. Menuliskan ide dan gagasan yang mungkin dapat diterima menjadikan diri ini sedikit-demi –sedikit mampu bangkit kembali. Rasa percaya diri kadang muncul di saat yang diperlukan. Namun, trauma ini kadang muncul di saat yang benar-benar kurang tepat.

Huftttt.. Bagaimana pun juga, saya harus tetap bersyukur dengan segala kejadian ini. Hal ini membuat saya banyak belajar. Jika kalian mendapati saya adalah orang yang paling cuek sedunia, mungkin ini adalah salah satu alasannya. Di mana diri ini sesungguhnya tak mau lagi memperdulikan pendapat orang lain yang kurang positif bagi perkembangan diri sendiri.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day25

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

16 Desember 2018, 11:37PM!
,
Bismillahirrahmanirrahim

Sebagai manusia, tentu banyak hal-hal yang ingin dicapai dalam hidup ini. Ada yang sudah dicapai, ada pula yang belum. Dalam tulisan kali ini hanya akan membahas lima keinginan yang belum tercapai. Semoga dapat tercapai ke depannya.

Hafal Al-Qur’an

Keinginan ini sudah ada sejak dahulu kala ketika diri ini masuk ke sekolah menengan atas. Ternyata butuh konsistensi untuk bisa mempertahankan hafalan. Hingga kini saya belum juga mampu menghafal full Juz 30, apalagi 30 Juz. Ya Allah, ini suatu musibah. Mesti memantapkan dan menjernihkan hati agar bisa memulai kembali untuk serius menghafal Al-Qur’an.

Kuliah S2

Semenjak lulus kuliah S1, saya sudah mewanti-wanti diri untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, selama ini saya menjadi seorang scholarship hunter. Berbagai informasi saya kumpulkan utamanya dokumen-dokumen yang harus disiapkan. Les TOEFL untuk mencapai nilai persyarat juga sudah saya lalui. Karena sangat ingin melanjutkan kuliah di Luar Negeri khususnya Korea, saya pun tak pernah alfa untuk mendaftar 3 tahun terakhir kecuali tahun ini.

Insya Allah, takkan pernah berhenti untuk belajar meski hal ini belum terwujud. Suatu saat pasti Allah Subehanahu wata’ala akan memberikan yang terbaik dan terindah di waktu yang tepat. Asal terus berusaha dan memperbaiki hal-hal yang perlu untuk diperbaiki.

Keliling Indonesia

Ini adalah keinginan yang sudah ditambatkan dari dulu. Jika tak mampu mengelilingi dunia, cukup Indonesia saja. Karena Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber alam dan pemandangan indah yang cukup membuat hati damai dan tenteram. Namun bila diberi kesempatan untuk keliling dunia, mengapa tidak? :D

Menulis sebuah Buku

Entah sejak kapan saya sangat ingin menulis sebuah buku. Buku yang inspiratif, bahasa sederhana yang gmapang dipahami, dan menggerakkan hati orang lain ketika membacanya untuk melakukan hal-hal positif berdasarkan jalan yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassallam. Hingga kini, saya merasa belum cukup ilmu ataupun pengalaman menulis. Saya hanya bisa menuliskan hal-hal receh yang kadang kala saya ragu apakah itu berguna atau tidak.

Berkunjung ke Baitullah

Berkunjung ke tanah suci adalah keinginan setiap umat muslim di dunia. Hal ini berguna untuk menyempurnakan rukun islam terakhir, yakni berhaji bagi yang mampu. Saya sangat berharap semua umat muslim di dunia Allah mampukan untuk berkunjung dan melaksanakan ibadah haji termasuk saya dan keluarga. Aamiin

Inilah keinginan-keinginan terpendam yang masih belum dapat tercapai hingga kini. Diri ini masih terus berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang masih tertunda ini. Doakan semoga dimudahkan ya. Aamiin. Terima kasih bagi yang sudah mendoakan. Doa yang sama untuk kalian juga.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day24

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

16 Desember 2018, 8:35PM!
,
Bismillahirrahmanirrahim

Setiap orang biasanya memiliki sesuatu yang masih disesali di masa lalu. Saya pun tak luput dari hal yang satu ini. Namun, kadang fikiran ini senantiasa mensugesti untuk membuang luka masa lalu dan cukup mengenang hal-hal yang positif nan menggembirakan.  

Meski sudah berjuang melupakan masa lalu, namun penyesalan senantiasa selalu hadir dalam setiap lini waktu. Saat ini dan detik ini pun banyak hal-hal yang sangat disesali.

Sholat tidak On Time

Urusan dunia memang senantiasa lebih menarik perhatian sehingga sering kali membuat lalai dalam urusan akhirat. Itulah yang sering saya alami. Kadang kala terlalu sering asyik dengan diri sendiri, bahkan sekeliling pun berasa ruang hampa seakan tak ada siapa pun di sekitar. Akhirnya larut dalam urusan yang sesungguhnya masih dapat ditunda, tapi tak mendengarkan panggilag Sang Maha Penyanyang.

Belum memahami Al-Qur’an

Mungkin banyak diluaran sana yang sama seperti saya yang tidak paham akan kitab suci yang menjadi petunjuk hidup baik dan buruk. Pertanyaannya adalah apakah kalian pernah menyesali hal ini? Jika hingga saat ini kita belum juga menyesalinya, mungkin harus mengorek-ngorek dan mengetuk-ngetuk pintu hati dan mengatakan “adakah iman di dalamnya?” Ini adalah hal yang sangat-sangat ingin saya pelajari. Semoga Allah subehanahu wata’ala memberikan kita hidayah dan petunjuk serta kemudahan untuk memahaminya. Aamiin

Berbakti kepada Orang Tua

Rasanya diri ini masih harus bekerja keras untuk bisa berbakti kepada mereka. Paling tidak berusaha untuk menyakiti hati mereka. Karena bagaimana pun juga, jasa mereka tidak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunai ini. Tinggal jauh dari orang tua, tentu memiliki dampak positif dan negatifnya. Di satu sisi, kita dapat menjaga lisan kita dalam keseharian. Namun di sisi lain, justru kita tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama merawat beliau yang masa hidupnya kian hari makin berkurang. T-T

Mengenal Allah dan Rasulullah lebih dekat

Tidak mengenal Rabb dan Rasulullah tercinta adalah salah satu alasan mengapa ahlak ini masih sungguh buruk. Rasulullah adalah teladan yang paling sempurna bagi kita untuk menjalani hidup. Beliau mencontohkan banyak hal yang sungguh baik diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Hanya saja, urusan dunia dengan banyaknya ilmu pengetahuan yang begitu berkembang pesat kadang membuat kita luput untuk mengenalnya lebih dekat.

Sama halnya dengan Allah Subehanahu wata’ala, Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika kita masih merasa kecewa atas segala doa yang belum dikabulkan, tentu itu manusiawi. Namun, itu juga merupakan bukti bahwa kita tak sepenuhnya mengenal-Nya dan percaya pada-Nya.

Adakah kalian menyesali hal-hal diatas? Sungguh semoga diri kita senantiasa menyesal saat ini dan berusaha untu mendekatkan diri kepada Sang Khalik yang Maha Penyayang, Pengasih, Pemurah, dan Maha Segala-galanya. Ya Allah berilah kami, kesempatan untuk mampu mengenal-Mu dan Rasul-Mu yang tercinta, pemberi syafaat di akhirat kelak.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day23

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

16 Desember 2018, 4:22PM!


,
Bismillahirrahmanirrahim

Hay, hay guys! Saya akan membocorkan beberapa rahasia lagi tentang diri sendiri. Biar kita lebih bisa saling mengenal satu sama lain. Sesuai judulnya, kali ini akan membahas tentang pekerjaan rumah tangga yang paling saya sukai.

Menyapu dan Mengepel Lantai

Ini adalah pekerjaan yang paling saya sukai dan berada di urutan teratas. Karena pekerjaan ini cukup mudah dikerjakan dan mengeluarkan keringat dan kalori yang banyak. Bisa juga karena rumah saya yang tak terlalu luas jadinya pekerjaan ini terasa ringan dan tak menyita banyak waktu.

Beres-beres kamar dan merapikan rumah di hari libur

Sebenarnya ini cukup jarang dilakukan. Jika dan hanya jika saya lagi sumpek dan meilaht kamar yang tak beraturan bentuknya membuatnya tambah sumpek. Jadilah diri ini bangkit untuk mencoba merapikan posisinya. Kadang kala membuat look yang baru agar merasakan suasana baru dalam kamar yang sudah bertahun-tahun ditinggali. Kegiatan ini cukup menghilangkan penat dan mengembalikan semangat meski rasa lelah menghinggapi tubuh ini.

Menjemur dan mengangkat Pakaian

Ini juga salah satu pekerjaan yang paling sering saya lakukan. Sedang kegiatan mencuci baju dilakukan oleh kakak saya. Hehehe.. Eits! Jangan men-judge dulu ya. Meski jarang mencuci baju bukan berarti tidak bisa. Kalau rajinnya lagi ada, cucian sebaskom hingga tiga baskom pun juga bisa saya cuci. Mencuci baju di rumah tuh pake tangan, bukan pake mesin cuci. Jadi kebayanglah ya kalau mencuci tiga baskom. Untuk melipat pakaian adalah tugas kakak saya yang satu lagi. Jadi memang seperti itulah pembagiannya, karena saya malas mencuci dan melipat baju, terlalu banyak menyita waktu T-T.

Mencuci Piring

Pekerjaan rumah yang satu ini juga kadang-kadang saya kerjakan. Namun seperti biasa, kalau lagi rajin. Jadi begitulah kelakukan di rumah T-T. Doakanlah agar saya tak larut dalam sifat malas ini. Ayo semangat! Jadilah orang rajin, jangan mencontoh diri ini. Saya lagi belajar untuk jadi anak rajin di rumah ^^

Memasak

Memasak makanan adalah hanya yang paling saya sukai dan menyenangkan tapi paling jarang dilakukan. Hal ini karena saya memang tidak terbiasa memasak yang menyebabkan pekerjaan ini akan menyita banyak waktu bila dikerjakan. Hmm.. Sebenarnya saya bisa masak sih. Masak air, indomie, dan lain-lain jika ada resepnya. Namun jika sudah masuk ke soal rasa, ini benar-benar harus dipastikan dengan baik. Biasanya saya masak untuk diri sendiri, jadi apapun hasilnya tetap dimakan selama itu tidak menimbulkan reaksi aneh seperti mual, membuat muka kecut, dan lain sebagainya. Hehehe

Mungkin itu saja untuk saat ini. Kalau kalian bagaimana? Yuk share pekerjaan rumah yang paling kalian senangi beserta alasannya. Jadikan ini sebagai ajang kita saling silaturahmi dan mengenal satu sama lain. ^^

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day21

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

16 Desember 2018, 2:57PM!

Kamis, 06 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Setiap orang pasti punya rencana-rencana masa depan. Nah, sebentar lagi kita akan berganti tahun. Apa saja yang akan kalian lakukan di tahun mendatang? Siapa tahu saja kita memiliki rencana yang sama dan bisa melakukannya bersama-sama. Ada pepatah mengatakan “Mengerjakan sesuatu bersama lebih menyenangkan dan dapat menyemangati satu sama lain”.

Back to #Serba5! Kali ini akan membahas tentang lima hal yang harus diselesaikan di tahun 2019. Insya Allah!

Goes to Bali

Mungkin bagi sebagian orang, hal ini sudah basi. Sekarang tuh kesannya sudah waktunya beranjak lebih jauh. Jauh dari kampung halaman dan melihat hal-hal baru di luar bumi ibu pertiwi alias ke luar negeri. Namun apa daya, saya belum menjajaki setengah tanah kampung halaman. So, kenapa tidak kita mencoba dulu menjajaki daerah yang paling terkenal bahkan di luar negeri sana.

Pernah beberapa tahun silam, teman saya berkunjung ke sebuah negara. Ia lalu bertemu dengan seorang teman asli sana. Mereka bercakap-cakap tentang Indonesia. Betapa kagetnya ia mengetahui bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia. Selama ini, mereka mengenal Bali namun tidak mengenal negara yang bernama Indonesia. Duh, sedih tuh dengarnya.

Melanjutkan Project TuSiwork

Tahun ini, saya dan beberapa teman berhasil menyelesaikan sebuah proyek sosial dan mendirikan komunitas Tunanetra Sighted Network. Oleh karena itu, di tahun mendatang, rencananya kami akan melanjutkan proyek sebelumnya dan juga akan melakukan beberapa inovasi proyek lainnya. Kami juga berharap bisa berkolaborasi dengan beberapa komunitas untuk proyek selanjutnya.

Apply Scholarship
Bagi kalian yang mengenal saya, tentu sudah tahu aktifitas tahunan yang satu ini. Bisa dibilang saya ini adalah salah satu dari sekian banyak Scholarship Hunter di dunia. Belum menemukan rejeki beasiswa di tahun-tahun sebelumnya, bukan berarti harus menghentikan langkah saya di tahun-tahun mendatang.
Salah satu motto saya adalah “Hidup itu harus tetap semangat untuk membuat hidup kita menjadi hidup”

Selesaikan 12 Buku

Aktifitas yang satu ini selalu menjadi agenda tahunan yang tak pernah tercapai. Hikssss.. Oleh karena itu, semoga tahun berikutnya bisa dimudahkan dan benar-benar bisa tecapai. Mengapa sebelumnya tidak tercapai? Banyak hal yang menjadi kendala. Salah satunya adalah pekerjaan. Hal lainnya adalah banyaknya pengalih perhatian seperti tidur dan main game. hehehehe

Finished Jane Austen Books

Ini adalah satu-satunya rencana yang baru akan saya canangkan. Baru kali ini saya menemukan buku yang bisa digunakan untuk belajar sekaligus meningkatkan bahasa inggris. Ini juga ada hubungannya dengan apply scholarship. Jika ingin mendaftar beasiswa khususnya ke luar negeri, penting sekali memperhatikan penguasaan bahasa inggris. Apalagi di setiap pendaftaran rata-rata mensyaratkan sertifikat kemampuan berbahasa inggris dari pelaksana resmi. You know, it’s not piece of pie. Bagi saya, itu tak semudah yang dibayangkan.

Itulah seri #serba5 kali ini. Doakan diri ini agar dapat menyelesaikan paling tidak lima rencana dari sekian ratus rencana seperti yang tersebutkan di sini. Kalian juga jangan sampai ketinggalan ya membuat rencana masa depan. Saat ini adalah waktu yang paling baik untuk segera mengambil kertas dan tuliskan rencana-renacanmu agar hidup lebih terarah. Chayo!^^

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day17

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

6 Desember 2018, 8:43PM!

Senin, 03 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim




Berbicara masalah koleksi, tentu memilki perspektif yang berbeda-beda. Apakah koleksi itu merupakan kumpulan barang-barang yang ditumpuk di rumah atau barang-barang yang kita kumpulkan dan dipelihara dengan baik? Pertama, mari kita lihat dulu pengertian kata koleksi.

Jadi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata koleksi berarti 1 kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap); 2 kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian; 3 cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya. Sedangkan kata mengoleksi merupakan  mengumpulkan (menjadi satu); menjadikan barang-barang sebagai koleksi.

Jika merujuk dari arti yang sudah disebutkan, maka dalam tulisan kali ini akan membahas tentang koleksi dengan arti yang pertama yaiutu koleksi benda yang paling disukai. Nah, apa saja benda-benda yang sangat saya sukai adalah sebagai berikut.

Stationery / Alat Tulis

Mungkin bagi sebagian orang memiliki stationary bukanlah sebuah koleksi namun sebuah kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Jika memiliki beberapa saja misalnya dua – lima buah, tentu kepemilikan tersebut berdasarkan kebutuhan. Bagaimana jika punya belasan bahkan puluhan? Menurut saya, ada tiga kemungkinan. Bisa saja memang untuk kebutuhan kantor atau pekerjaan, penjual alat tulis-menulis, atau memang mengoleksi hal tersebut.  Seperti saya yang suka mengoleksi pulpen, gunting, paper clip, sticky note, stabillo, dan masih banyak yang lainnya. Saat ini lebih menyukai alat tulis-menulis yang unik-unik yang tak mudah ditemukan dipasaran.

Pita-Pita dan Pernak-Perniknya

Koleksi unik lainnya adalah pita. Saya sangat suka membeli barang yang satu ini. Awalnya, diri ini ingin membuat usaha handmade dengan berbahan pita. Karena manajemen waktu yang kurang  baik antara membuat pernak-pernik dari pita dan kerjaan kantor kala itu, akhirnya harus memutuskan fokus pada pekerjaan kantor terlebih dahulu. Jadinya, pita-pita ini masih menumpuk dan menjadi koleksi menyenangkan tersendiri bila melihat deretan warna-warna yang berbeda. Belakangan sedang mencari pita dengan motif-motif unik sehingga dapat menambah variasi-variasi baru untuk handmade nantinya plus menambah deretan pita unik.


Oleh-oleh dari Luar Negeri

Biasanya oleh-oleh ini akan saya simpan dengan rapih. Mulai dari gantungan kunci, pin-pin, pembatas buku, kartu pos, pulpen, miniature gedung atau landmark suatu negara, dan lain-lain. Untuk tempelan kulkas biasanya langsung ditempel saja di kulkas biar langsung digunakan.

Buku-Buku

Nah, ini adalah hal yang paling disukai. Koleksi buku! Biasanya jika ada buku diskon dan punya uang bakalan memborong buku-buku yang menarik di pandangan mata setelah membaca sinopsisnya. Kadang-kadang dimarahi sama saudara karena banyak buku-buku yang ditumpuk namun entah kapan akan dibaca. Hehehe… Namanya juga koleksi, iya kan? Mau dibaca kapan pun juga tak masalah, yang penting punya dulu bukunya. Hahahaha… Bukan contoh yang baik! Jika punya buku bacalah segera agar segera dan segera dapatkan manfaatnya.

Kartu Post (Post Card)

Belakangan lagi tertarik untuk mengoleksi lebih banyak lagi kartu pos. Saat ini sedang mendaftar postcrossing. Di mana kita bisa saling bertukar kartu post dari berbagai negara. Menerima juga berbagai macam kartu pos yang kosong yang belum digunakan atau ditulisi sesuatu, namun tetap mengoleksi kartu pos yang ditulisi pesan-pesan tertentu, apalagi yang memilki dampak positif.

Cukup sekian tulisan kali ini. Jika teman-teman mau memberikan hadiah atau memberi oleh-oleh ke saya, sangat direkomendasikan memilih salah satu item di atas. Feel free to contact me through my e-mail : evhy.kamaluddin@gmail.com. Kali aja ada yang mau mengirimkan hadiah, boleh meminta alamat saya melalau email. Diri ini akan menerimanya dengan senang hati selama yang dikirim adalah hal-hal positif dan baik ya (^^)

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day11


Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

3 Desember 2018, 12:16 AM!

Selasa, 27 November 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim


Tema yang satu ini cukup menyenangkan untuk dibahas tapi agak kepo hehehe. Meskipun begitu, nothing special in it! Saya hanya sering membawa beberapa barang yang memang saya butuhkan seprti laptop, buku, dan lain-lain. Berhubung ini harus dibahas jadi saya sebutkan saja lima barang yang tidak pernah keluar dari tas.

Dompet

Ini sesuatu yang wajib yang harus selalu dibawa-bawa. Meski pernah ketinggalan di suatu tempat, namun masih ada dompet-dompet lainnya. Jadi saya punya berapa dompet? Hahaha. Sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai pouch sih daripada dompet. Soalnya saya biasanya memiliki 3 di dalam tas. Satu digunakan sebagai pengganti dompet untuk menyimpan uang, kartu-kartu berharga, dan kertas-kertas struk belanjaan, kadang ini dikoleksi sampai akhirnya disortir tuk dibuang. Hehehe. Pouch lainnya digunakan sebagai tempat pensil, yang lainnya lagi menyimpan alat make up jika diperlukan tuk dibawa.


Pulpen & Notebook

Yup! Ini tuh selalu satu paket. Jadi ada sebuah pulpen yang selalu diletakkan di dalam buku note. Hal ini berguna agar tak perlu membongkar isi tas untuk mengambil alat tulis ketika harus menuliskan sesuatu. Buku catatan ini penting untuk dibawa, karena di sanalah segala jadwal tertuliskan. Utamanya deadline tertentu.

HP & Chargernya

Ini adaah barang wajib! Jika tak ada ini, rasanya setengah kehidupan terenggut (lebay). Sebagai blogger, apalagi food blogger wanna be, saya harus selalu siap dengan kamera untuk memotret moment dan makanan. Berhubung inilah satu-satunya kamera yang saya miliki yakni kamera HP, jadinya harus selalu dibawa kemana-mana. Selain itu, benda ini juga digunakan untuk keep in touch with other, wifi pribadi, dan mempermudah pekerjaan. Karena harus selalu ON, jadinya charger HP tak boleh ketinggalan juga dan kadang kala membawa power bank.


Lipstik

Meski paling jarang difungsikan, namun hal ini tak boleh lepas dari tas. Di beberapa kesempatan, benda ini cukup bisa diandalkan. Misalnya, dalam situasi dimana saya pernah lupa bahwa seorang teman akan menikah hari itu. Saya pun bisa me-refresh penampilan dengan membubuhkan lipstick di atas bibi. Hal ini untuk membuat wajah jadi lebih cerah dan tampak keinginan untuk datang ke sebuah pesta walaupun sebenarnya lupa hehehe. Bagaimana mengubah rias wajah hanya dengan menggunakan lipstick? Oh, ini sesuatu yang gampang. Jadi bawalah beberapa lipstick dengan warna kesukaan. Jangan lupa membawa lipstick matte berwarna nude atau soft orange agar dapat digunakan sebagai gradasi lip, blush on, dan eyeshadow.

Lip Care

Yang satu ini juga tak boleh sampai lupa atau keluar dari tas kecuali pada saat digunakan. Hal ini dikarenakan saya sering mengalami bibir kering. Jadi sesekali bibir ini harus di olesi oleh lip care dari Vaseline yang menjadi favorit dua tahun belakangan ini.


Inilah barang-barang yang harus ada dalam tas ketika bepergian di suatu tempat. Tentunya semua hal ini berguna baik untuk di saat sekarang maupun sebagai persiapan untuk hal-hal tak terduga. Lalu, bagaimana dengan kalian? Apa sih benda yang harus banget ada di tas kalian? Yuk share dan ceritakan di kolom komentar ya. Ditunggu!!!

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day8


Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

27 November 2018

Sabtu, 24 November 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Ditulisan ini, saya ingin mengajak teman-teman merenung sejenak, melepas penat, dan melihat jauh ke lebih dalam dan menata masa depan.

Coba perhatikan sekeliling kalian! Apa yang terlihat? Apakah kalian meilihat benda-benda? Atau orang-orang berlalu lalang? Ataukah makanan yang berada di depan kalian? Ini hanya kalian yang tahu. Saat ini saya akan bercerita tentang apa yang ada di sekeliling saya saat ini.
Pertama saya melihat bantal, laptop, sebuah alat gym, baju-baju yang tergantung, dan lemari. Bisa di tebak saya berada di mana? Yup! Di kamar. Sebuah kamar berukuran 2,5 x 2,5 m. Di sinilah tempat saya saat ini, duduk di atas kasur, memangku sebuah laptop, dan sedang menulis cerita ini.

Bagimana dengan pertemanan? Apa yang kalian lihat? Bagaimana kalian memaknai pertemanan? Apakah sebatas teman kerja? Teman kuliah? Atau teman yang ada kenal?

Jika kalian bilang “Betul”, yup! Tentu saja betul. Mereka adalah teman-teman kita, teman-teman yang pernah kita temui, bercengkrama dalam keseharian, membahas suatu topik tertentu. Namun, pernahkah kalian menganggap orang yang belum kalian temui sebagai teman?

Saya ingin bercerita sedikit tentangnya, tentang teman yang  belum pernah saya temui. Terus terang saja! Diri ini bukanlah orang yang pandai berekpresi apalagi menyapa orang baru yang ditemui. Biasanya saya hanya akan senyum dan tak mampu berkata-kata sebelum pertanyaan meluncur kepada saya.

Setelah merenung, akhirnya keputusan melirik sebuah perkumpulan di mana saya bisa mengekspresikan diri, menambah teman baru, dan menjadi orang yang produktif pun dimulai. Ini dikarenakan saya bosan berada di sebuah kamar terus menerus tanpa tahu harus berbuat apa untuk melihat dunia. Ceritanya saya sedang galau mencari aktifitas lain yang lebih bermakna. Waktu itu memang sedang tak punya pekerjaan, mendekap di rumah, menjaga kemenakan, dan menghabiskan waktu bermain game.  

Pencarian ini pun berakhir ketika saya menemukan sebuah perkumpulan menulis versi online. Saat itu, saya memasuki perkumpulan blogger lokal dan mulai menuliskan berbagai kisah dan mengshare tulisan di salah satu platform online. Kami pun saling bertukar alamat blogger, saling follow, dan saling mengunjungi blog satu sama lain.

Ketagihan dengan banyaknya pengunjung blog dan ada yang membaca tulisan yang dipublikasikan, saya pun mulai mencari perkumpulan blogger nasional. Jrengg.. Jrengg… Jadilah saya menemukan Blogger Perempuan ini. Cara pendaftarannya cukup gampang sehingga tak susah tuk menjadi member.

Oleh karena itu, jari jemari ini langsung saja memasukkan data-data di form pendaftaran. Kita pun dikumpulkan dalam suatu group nasional. Seperti kebanyakan group blogger kami pun diizinkan untuk men-share tulisan-tulisan kita. Uniknya, kita tak boleh asal sembarangan share. Ada topik-topik tertentu di hari-hari tertentu.

Meski begitu, disanalah saya banyak belajar. Belajar dari orang-orang yang belum pernah saya temui. Saya belajar betapa perempuan-perempuan Indonesia sangatlah produktif. Mereka mampu menginspirasi dan bermanfaat melalui hal-hal sederhana yang mereka tulis di blog. Berada di lingkungan tersebut membuatku mampu melihat dunia, produktif, dan meningkatkan kualitas tulisan dengan terus menerus menulis.

Kalian bisa melihat betapa banyak tulisan-tulisan yang bisa saya produksi pada tahun 2014 dan 2015. Itulah saat di mana saya benar-benar aktif bersama orang-orang hebat nan keren ini. Saya tergerak untuk melakukan hal yang sama dengan gaya tulisan saya yang tentu saja masih jauh dari kata bagus. Saat itu jugalah saya banyak belajar tentang dunia blogger mulai mengganti domain menjadi TLD dan mengubah tampilan blog menjadi sedikit lebih rapih dan tak kekanak-kanakan.

Hal positif lainnya adalah kebahagiaan. Kesenangan yang saya dapat dari para pembaca yang meninggal jejak di kolom komentar. Rasanya seperti melayang jauh diangkasa melihat keindahan bumi pertiwi. Inilah tempat mendapatkan kebahagiaan meski hanya tinggal dalam ruang sempit sekalipun.

Apalagi dengan menulis ini ternyata dapat menghasilkan rejeki tambahan. Jujur saja, saya mendapatkan banyak job menulis ataupun menjadi influencer semenjak bergabung menjadi member Blogger Perempuan  yang biasa disingkat BP ini. Saya tak menyangka juga bahwa ini akan seberkah dan sebahagia itu.

Untuk teman-teman Blogger Perempuan yang sudah dan belum saya temui, saya ingin berkata:
Kalian hebat, keren, dan menginspirasi! Teruslah berkarya dengan tulisan-tulisan kalian yang jujur namun tak menghujat, positif, dan sangat terbuka pada perubahan dan saran membangun. Terima kasih sudah saling memahami dan mendukung sesama  perempuan untuk bersatu bersama-sama membangun kepercayaan diri bahwa Perempuan Bisa! Dan Kami memang Bisa! Kami bisa berkarya meski sibuk dengan hiruk pikuk kehidupan rumah tangga, kuliah, kerjaan, ataupun hanya sekedar menghabiskan waktu yang kemudian menghasilkan sesuatu yang positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Untukmu ibu pertiwiku, inilah bakti kami!
Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day4

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar – Barombong,

23 November 2014