Tampilkan postingan dengan label Bloggingmemory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bloggingmemory. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2019

,
Bismillahirrahmanirrahim

Foto bersama coach Ochy dan para peserta. Pict taken by fillyawie.com 
Kalau kamu adalah wanita, apa hal pertama yang akan kamu pikirkan tentang dirimu sebagai wanita? Pernah berfikir untuk mengexplorasi diri lebih mendalam? Lalu apa yang kalian temukan? Nah, inilah hal yang saya lakukan pada tanggal 12 Maret 2019 lalu. Bertempat di Hotel Ibis Makassar, Sepuluh perempuan dari Bloger Makassar berkumpul bersama dalam kegiatan Design The Unlimited You! Apa sih kegiatan ini?

Design Unlimited You

Pernah lihat karet? Atau menyentuh karet? Pernah mencoba untuk melebarkan atau memperkecil karet ini? Jika ya, kira-kira apa yang mempengaruhi karet itu agar lebar atau bisa mengecil? Jika tidak, cobalah terlebih dahulu agar kamu bisa mengerti maksud dari Design Unlimited You!
10 bloger perempuan yang menjadi peserta kegiatan Design The Unlimited You
Para bloger perempuan yang mengikuti kegiatan Design The Unlimited You. Pict by Fillyawie.com
 Jika kamu sudah memiliki jawabannya, maka ini saatnya untuk mengungkapkan informasi yang saya dapakan dalam kegiatan ini. Jadi menurut fasilitator kami, ia melihat dirinya seperti karet. Mengapa? Karena karet ini dapat di-strecht atau diregangkan sepanjang yang kita bisa layaknya diri kita yang bisa kita kembangkan potensinya sejauh yang kita mampu. Ini ibarat sesuatu yang tidak ada batasnya sehingga karet ini bisa diumpamakan sebagai unlimited edition of you.

“Apa yang membuat karet itu ada yang tinggal menjadi kecil dan menjadi besar? Ini tergantung pola pikir. Karena sebenarnya yang mengendalikan hidup kita adalah pola pikir” kata Coach Fauziah Zulfitri yang biasa disapa coach Ochy. Seperti yang diugkapkan oleh Rasulullah S.A.W untuk senantiasa berbaik sangka. Jika kita senantiasa berbaik sangka maka sesungguhnya kita memiliki positive mindset.

“Ngga ada salahnya berpikiran positif. Yang salah itu jika negative mindset dipelihara” lanjut beliau. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan agar dengan men-set pikiran kita menjadi positif kita dapat menemukan makna hidup, bahagia, berkarya, kesedihan, kekecewaan, bedaya, dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya membuat kita mampu mengekplorasi diri tentang apa yang telah terjadi dan apa yang akan dilakukan ke depannya. Semua ini dilakukan agar kita menemukan Points of You!

Points of YOU

“Jangan me-limit diri kita dengan bilang bahwa diri kita tidak bisa apa-apa” ucap coach Ochy yang merupakan professional coach yang berhasil menguasai 11 kompetensi sebagai coach sehingga sudah tersertifikasi international dari Associate Certified Coach (ACC). Oh iya sebelum lanjut, sedikit informasi tentang beliau. Jadi, di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ini hanya berkisar 80 orang dan beliau adalah perempuan pertama di Indonesia Timur yang berhasil lulus sertifikasi ini. Oleh karenanya, saya termasuk perempuan yang beruntung untuk mendapatkan sesi Points of You ini secara gratis dari beliau. Lalu apa saja yang kami lakukan?
Media untuk kegiatan Points of You
Dalam aktivitas yang diberi nama Point of You ini merupakan suatu metode yang digunakan oleh coach Ochy untuk mengeksplorasi diri kita dengan memanfaatkan media gambar. Di sini, kita seperti bermain game, dimana setiap orang akan dibiarkan memilih gambar. Instruksinya seperti ini:
  1. Pilihlah gambar yang paling kamu sukai. Setelah memilih kami akan dipasangkan dengan seorang teman, lalu bercerita tentang diri kita dan apa yang paling kita syukuri saat ini?
  2. Pilihlah gambar yang paling tidak kamu sukai. Setelah memilih seperti sebelumya, kami juga harus mencari pasangan namun harus berbeda dari sebelumnya. Lalu bercerita lagi berdasarkan pertanyaan yang diberikan
  3. Pilih gambar yang membuat kamu bahagia, tenang atau paling menggambarkan dirimu. Lalu kami diinstruksikan untuk membuat 5 kata yang berhubungan dengan diri kita dan gambar tersebut. Kali ini tak ada pasang-pasangan, kami diminta bercerita diforum yang berjumlah 10 orang.
  4. Pilih dua gambar yang akan digabungkan dengan tiga gambar sebelumnya sehingga membentuk sebuah album foto.


Aktivitas setelah sesi ke-4
Sedikit cerita, pada saat harus bercerita di aktifitas pertama tadi entah apa yang merasuki diri sehingga butiran air mata tiba-tiba saja keluar meski satu kata pun belum terucap sama sekali. Gara-gara ini untuk bercerita pun sulit meski akhirnya kami mampu mengungkapkan sesuatu dan berakhir dengan derai air mata. Untungnya sudah ada tissue yang disediakan seakan beliau tahu bahwa sesi ini akan penuh haru.

Kegiatan kedua sedikit lebih santai meski saya yang cengeng ini masih tak mampu berkata banyak. Entah apa yang terlintas dibenak dan apa yang saya rasakan semua terlihat begitu reflektif dan magical. Memang diawal coach Ochy yang merupakan lulusan Psikologi Universitas Indonesis dan juga pernah menjabat sebagai GM Operation Trans Studio Makassar dan Director of Hospitality Group Bosowa Corporation ini sudah mengungkapkan bahwa tools ini bukanlah hal yang mistis ataupun magic, but it’s magical.
Gambar yang berhasil saya pilih
Jadi, memang semua pointnya ada dalam diri kita bukan dari orang lain. Ini adalah visual stimulation, apa yang kita rasakan akan tercermin dari apa yang kita lihat di gambar-gambar ini. Gambar-gambar yang ada merupakan hasil research selama bertahun-tahun dari penemunya. Yang kemudian akan mengekplorasi dua hal yakni thinking and feeling (area berfikir dan perasaan). Banyak hal-hal yang dapat kita eksplore dari diri kita hanya dengan melihat gambar-gambar ini.

Ada satu term dalam ilmu psikologi yang menyebutkan bahwa perception is projection. Apa yang kita persepsikan terhadap sesuatu adalah proyeksi atau cerminan dari dalam diri kita. Anggaplah contohnya kasus Syahreino. Ada yang berpendapat bahwa ini hal yang salah karena nikung teman sendiri, ada pula yang berpendapat bahwa selama janur kuning belum melengkung segalanya bisa terjadi apalagi masalah jodoh siapa yang tahu.

Nah, dari kasus ini bisa dipersepsikan bagi yang bilang salah mungkin saja pernah mengalami hal yang sama atau hampir mendekati hal tersebut seperti sakit hati ditinggal sang kekasih atau apalah. Ini hanya persepsi saja ya, jadi tak perlu dipermasalahkan. Karena saya tidak ingin berkomentar masalah kasus ini. Hanya sebagai contoh untuk memudahkan penjelasan.
Salah satu rules dalam kegiatan Design the Unlimited You adalah respect. Listen while other speak
Listen while other speak. Respect! Pict taken by fillyawie.com
Step of Point of You

Selama pelaksanaan aktivitas ini, ada beberapa step harus yang dilakukan. Hal ini yang diungkapkan oleh DIrektur Insight Indonesia ini yang telah berdiri selama tiga tahun. Lalu apa saja stepnya?
  1. Pause. Pada sesi ini, kami diminta sejenak untuk melepaskan beban pikiran yang kami bawa sebelum memasuki ruangan pelatihan. Memejamkan mata dan ngatur nafas agar lebih santai.
  2. Expand. Ini layaknya karet yang di-stretch tadi, menemukan diri seperti proses pemulihan foto-foto tadi.
  3. Focus. Hal ini untuk memfokuskan diri pada solusi-solusi yang dipilih atau menentukan goals selama lima tahun ke depan.
  4. Action. Setelah ada solusi, apa action yang akan dilakukan? Komitmen apa yang akan dibangun. Inilah sesi terakhir di mana kami kemudian menentukan apa yang akan dilakukan atau diubah dalam 24 jam ke depan, 1 pekan ke depan, dan 1 bulan ke depan. Agar kami semua dapat mencapai goals yang diinginkan.Hal ini pun harus diceritkan kepada partner yang dipilih agar nantinya dapat saling mengingatkan.


Setelah mengikuti kegiatan Desain The Unlimited You menggunakan Points of You ini membuat saya untuk lebih terbuka dengan diri sendiri. Sering-sering instrokpeksi diri dan review kembali tentang tujuan yang ingin dicapai beserta action-nya. Semakin terbuka, maka semakin mudah kita menemukan diri kita.
Bisa tersenyum kembali setelah bercucuran air mata. Pict taken by fillyawie.com
Oh iya, meski Insight Indonesia sudah berdiri tiga tahun namun cikal bakalnya sebenarnya sudah lima tahun lalu sehingga hingga sekarang sudah menangani lebih dari 1500 peserta, 30 klien (KPU, UKM, Australian Embassy, MD Clinic, dan lainnya), dan membantu lebih dari 300 leader. Ada juga beberapa kegiatan yang dilakukan seperti training di perusahaan, coaching (life, bisnis, financial, leadership, executive coaching), dan consulting (membantu organisasi untuk menyusun infrastruktur SDM-nya seperti SOP, dan lain-lain). So, bagi yang tertarik silahkan langsung hubungi Insight Indonesia di Instagram @insightgroupid.


Evhy, Kak Mugniar, Coach Ochy, Bunda Dawiah. Pict from Kak Mugniar

 Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

18 Maret 2019, 5.53PM!







Minggu, 30 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim
Foto bersama di Hari ke-3
Seperti biasa, pagi-pagi sarapan dulu di Hotel lalu berangkat lagi. Hari ini kami akan kembali lagi ke gedung MPR. Agenda hari ini adalah penyerahan teks deklarasi yang telah di tandatangani kemarin kepada Sekretaris Jendral MPR-RI sekaligus menutup acara gathering nasional kali ini. Eh iya, bagi yang ingin tahu acara Gathering MPR-RI itu sejak tahun berapa dan diadakan dimana saja, bisa dilihat di inforgrafis yang ada dibagian akhir dari tulisan ini.

Check kehadiran lagi di Gedung MPR-RI
Sedikit cerita tentang hari ketiga ini. Kami cukup semangat karena hari ini adalah saatnya penyerahan teks Deklarasi Netizen MPR-RI kepada Sekretaris Jendral MPR-RI yakni Bapak Dr. Ma'ruf Cahyono SH.MH. Penyerahan ini akan dilaksanakan kembali di tempat yang sama pada hari ke-2, yaitu di Gedung MPR-RI lantai 2.
Detik dimana Pak Ma'ruf Cahyono memasuki ruangan
Bapak Ma'ruf-Sekertaris Jendral MPR-RI dan Ibu Siti-Kepala Bagian Humas MPR-RI
Sambil menunggu bapak Sesjen datang, kami sempat mengadakan sharing-sharing tentang hal-hal yang kami harapkan dari Gathering MPR-RI ke depannya bila ada. Beberapa hal yang disampaikan melalui dua orang teman kami adalah bila ada gathering berikutnya diharapkan para warga net dapat dibawa berkunjung ke kantor google. Kami juga berharap agar ada komunikasi dengan google dan edukasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia google yang wajib diketahui oleh warga net.
Tak lama waktu berselang. Sekira 20 menit, Sesjen MPR-RI telah tiba dan memasuki ruangan. Diskusi kami pun juga usai dan kembali duduk rapih menyambut kedatang beliau. Acara kemudian dibuka dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Setelah itu, kami pun kembali membacakan teks Deklarasi Warganet di depan para petinggi MPR-RI ini. Para hadirin pun langsung berderi dan membacakan teks secara bersamaan. Ada rasa gembira dan bangga serta haru bisa hadir menyaksikan momen ini.

Dari tulisan sebelumnya (gathering hari pertama dan hari-2) dan di sini pun selalu menyebut-nyebut teks deklarasi. Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa sih isi deklarasinya? Nah, karena ini hari terakhir dan peresmian secara sah. Saya akan berbaik hati membocorkan isi deklarasi tersebut.
Teks Deklarasi Netizen MPR-RI
1. Tidak menyebarkan konten Hoax dan SARA

Fenomena ini cukup sering kita temui dalam dunia digital yang semakin maju. Banyak dari masyarakat yang kadang menelan mentah-mentah suatu berita dan langsung membagikan berita yang ada. Sesungguhnya sikap membagikan suatu berita adalah hal yang baik, namun membaca dan memperhatikan konten serta mengetahui sumber yang jelas dari berita yang ada haruslah diperhatikan terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan berita tersebut. Begitu pula untuk konten SARA, banyak diantaranya di kemas dalam bentuk-bentuk yang mungkin bisa diterima masyarakat luas. Salah satunya konten yang dikemas dalam hal-hal Lucu namun sebenarnya sangat menyinggung pihak-pihak tertentu dan tak layak menjadi konsumsi publik.
Pembacaan Deklarasi Netizen MPR-RI
Pembacaan Deklarasi Netizen MPR-RI diikuti oleh seluruh hadirin

2. Bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila

Kita ketahui bersama bahwa Pancasila adalah ideology yang mengandung nilai-nilai yang seharusnya diterapkan dalam setiap lini kehidupan. Pancasila juga telah dijabarkan dalam suatu pengamalan pancasila dimana kita dapat dengan mudahnya mencontoh sikap-sikap yang telah dijabarkan tersebut. Nah, sikap ini tidak hanya untuk diterapkan di dunia nyata, namun selayaknya juga dalam dunia maya. Karena saat ini, dunia maya merupakan suatu ruang untuk saling berinteraksi satu sama lain melalui media sosial. Oleh karena itu, pengamalan Pancasila seperti saling menghargai, berempati, tidak menyebar ujaran kebencian, dan lain sebagainya sungguh suatu keharusan untuk diterapkan dalam interaksi sosial kita untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.

3. Menerapkan Empat Pilar MPR-RI dalam literasi digital

Apasih Empat Pilar MPR-RI? Dan mengapa perlu diterapkan dalam literasi digital? Nah, perlu kita ketahui bahwa Empat Pilar MPR-RI ini adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Sementara Literasi Digital adalah suatu wadah dimana masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengakses informasi secara digital utamanya melalu ponsel pintar mereka. Bila nilai-nilai empat pilar ini kurang diterapkan, informasi yang beredar bisa jadi dibuat tanpa landasan dan etika yang baik. Hal ini dapat mengancam moral bangsa serta mampu memecah kedamaian menjadi sebuah kerusuhan dimana-mana.

4. Bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif

Syukur, Alhamdulillah, saat ini banyak sekali komunitas atau individu-individu yang membuat gerakan-gerakan positif untuk menebarkan nilai-nilai positif di masyarakat. Dengan bersatu maka kita akan membuat Indonesia yang keren ini tambah keren. Dengan menyebarkan konten-konten positif, diharapkan Indonesia bisa lebih terekspose dengan hal-hal positif di dalamnya.
Pesan-pesan oleh Bapak Ma,ruf Cahyono

Antusianme peserta mencatat dan memperhatikan pesan-pesan dari Sesjen MPR-RI
Inilah empat komitmen yang disepakati dalam diskusi yang berahir tanpa voting alias musyawarah mufakat. Dalam acara ini, Pak Ma’ruf selaku Sesjen MPR-RI menyampaikan bahwa perwakilan-perwakilan dari berbagai kota ini bertugas untuk membawa empat komitmen ini ke daerah masing-masing. Kami diharapkan mampu mewakili daerah kami agar dapat menyampaikan pesan-pesan atau nilai-nilai pancasila dapat disampaikan kepada Masyarakat dalam bentuk aktual atau keseharian.
Foto bersama Delegasi Makassar dengan Sekretaris Jendral MPR-RI

Demikian keseruan kami. Meski baru berjumpa, namun rasanya sudah lama kenal. Rasanya sudah seperti keluarga besar yang baru dipertemukan. Oh iya, ini ada oleh-oleh dari dalam ruangan MPR-RI. Taaaraaaaaaa…. (liat gambar hehehe)


Ini dia infografis yang dijanjikan. Semoga bermafaat ya.

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang, 

15 Desember 2018 
,
Bismillahirrahmanirrahim
Inilah kami para warganet hari ke-2
Pada pukul 06.30 pagi, kegiatan kami dimulai dengan sarapan terlebih dahulu. Maklumlah ya, manusia tetap butuh makan. Setelah makan, kami pun berangkat menuju bus masing-masing. Sebagai warga neraga yang mencintai Indonesia, membagi tim kedalam nama Bus Merah dan Bus Putih adalah salah satu contoh untuk tetap mengingat identitas Sang Pusaka Merah Putih.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya di pimpin oleh Mbak Lia
Peserta berdiri sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya
Saya pun tergabung dalam jajaran tim Merah. Pagi itu kami menuju ke sebuah gedung sakral dimana tidak semua orang dapat berada di sana. Itulah Gedung MPR. Gedung dimana pembukaan gathering ini akan berlangsung.  Sesampainya di kawasan Gedung MPR, kami dibawa ke sebuah ruangan di lantai 2. Suatu kebanggan tersendiri ketika mengetahui bahwa ruangan tersebut adalah ruangan yang hanya digunakan untuk menyambut tamu-tamu dari luar negeri atau tamu-tamu penting lainnya dan di sanalah kami disambut.

Di sini, kami akan melakukan pembacaan deklarasi yang telah ditetapkan. Acara pembukaan dimulai dengan doa dari Pak Andre (Ardianto Madjid – Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi) serta di buka oleh Ibu Siti Fauziah selaku Kepala Biro Humas Sekretariat Jendral MPR-RI. Tak lupa kami menyanyikan lagu kebangsaan kita Indonesia Raya sebagai bentuk penanaman cinta tanah air.

Para peserta di saat menedengarkan sambutan
Ibu Siti sedang menyampaikan sambutan di acara pembukaan Gathering Netizen MPR-RI
Usai penyambutan, kami langsung membacakan Deklarasi Netizen MPR-RI. Pembacaan ini diwakili oleh dua delegasi lalu diikuti oleh seluruh peserta. Dengan pembacaan ini kami pun mendapatkan empat point Deklarasi.

Deklarasi ini kemudian ditandatangani bersama. Nama kami akan dipanggil satu persatu untuk menandatangani hasil deklarasi yang telah dibacakan sebelumnya. Ada rasa haru dan bangga dapat menjadi bagian dari acara ini. Kertas yang telah ditandatangani oleh 44 orang perwakilan dari 11 Kota di Indonesia ini akan diserahkan secara langsung kepada Sekretaris Jendral MPR-RI pada esok hari.
Pembacaan Deklarasi
Penandatanganan Deklarasi oleh Evhy

Akhirnya, acara penandatanganan pun selesai. Saatnya foto-foto di lingkungan MPR hehehe. Para peserta diberi waktu kira-kira 30 menit untuk mengexplore gedung MPR dan berfoto di area yang di izinkan. Kebanyakan dari kami berfoto di depan Gedung Ruang Sidang Nusantara 1. Gedung bersejarah di tahun 1998.
Agenda foto bersama di depan Gedung Sidang Nusantara I
Selanjutnya, kami pun akan diajak untuk menjelajahi beberapa tempat di Ibu Kota. Tempat pertama yang akan dikunjungi adalah Museum Macan. Setelah menjajaki bagian-bagian museum dan menikmati karya seni yang elegan dan luar biasa, kami pun diantar ke Kota Tua dimana terdapat banyak museum-museum di sana. Kala malam tiba, kami pun dinner bersama di Jimbaran Resto – Taman Impian Jaya Ancol. Cerita selengkapnya dapat dibaca di tulisan Dari Musem Macan ke Kota Tua hingga Jimbaran Ancol.

LanjutBaca: Keseruan Deklarasi Warga Net(Netizen) MPR-RI 2018 #Day3 
,
Bismillahirrahmanirrahim
Foto bersama 44 Delegasi Warganet dari 11 Kota
Tak menyangka rasanya bisa menghadiri Gathering Nasional Warga Net (Netizen) MPR-RI 2018 di Jakarta. Yang seharusnya menghadiri acara ini adalah ketua dan sekertaris dari komunitas blogger Anging Mammiri yakni, kak Nur Al Marwah dan kak Tari Artika.  Namun karena sesuatu dan lain hal, beliau –beliau tidak dapat menghadiri acara tersebut dan mempercayakan kepada pengurus lainnya. Teripilhlah empat orang yang terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Saya pun terpilih menjadi salah satu diantara empat orang tersebut.
Bersama kak Yani, siap-siap berangkat
Dalam acara ini, MPR-RI menghadirkan 44 orang warga net yang berasal dari 11 kota. Tiap kota mengirimkan empat delegasi sebagai perwakilan yang diharapkan menjadi agen perubahan dan penyebaran nilai-nilai empat pilar MPR-RI khususnya dalam penyebaran informasi secara daring di kota masing-masing. Acara ini pun digelar mulai tanggal 7 – 9 Desember 2018.
Inilah ke empat orang delegasi dari Makassar, Blogger Anging Mammiri
Kiri ke Kanan: Yani, Evhy, Raya, dan Fahril
Hari pertama, kami para delegasi berkumpul di Ruang Merapi Hotel The Sultan Jakarta untuk makan malam bersama. Makan mala mini juga dirangkaikan dengan penyambutan para delegasi dari setiap kota. Di sinilah kami bercengkrama dan memperkenalkan diri satu sama lain.
Registrasi Peserta dari Makassar
Pada malam tersebut, kami disambut oleh Ibu Siti Fauziah selaku Kepala Biro Humas Sekretariat Jendral MPR-RI bersama Mas Ardianto Madjid selaku Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para peserta yang bersedia hadir dalam kegiatan ini.
Yang duduk di kursi kiri ke kanan: Mba Mira Sahid, Ibu Siti, dan Mas Andre
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempertemukan para netizen dari berbagai kota, namun juga untuk merumuskan Deklarasi Warga Net (Netizen) MPR-RI 2018. Kami diminta untuk merumuskan beberapa point yang akan dibacakan bersama di depan Sekretaris Jendral MPR-RI. Deklarasi ini merupakan komitmen kami dalam menyebarkan informasi secara online.
Suasana sebelum acara penyambutan di mulai
Kami pun dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari perwakilan tiap kota. Rumusan kelompok kecil ini lalu dikumpulkan dan dirumuskan kembali. Dari rumusan lima kelompok yang terbentuk, kami pun mendapatkan 4 point besar yang menggambarkan semua point-point yang kami ajukan. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam, dari jam 8.30 malam hingga selesai.
Anggota kelompok empat yang kece dan keren :D
Usai penetapan ini, tim MPR-RI pun kembali ke dalam ruangan untuk menerima rumusan deklarasi yang telah disepakati. Rumusan ini akan diolah lagi oleh mereka hingga besok kami akan membacakan point deklarasi yang disepakati oleh pihak MPR. Tak lupa pula kami berkenalan dengan jajaran MPR yang telah berjasa menyukseskan acara ini. Setelah itu, kami pun bubar dan kembali ke kamar masing-masing. Oh iya, hal asyik lainnya adalah kami dipasangkan bersama blogger dari lain kota tiap kamar. Jadi setiap kamar akan dihuni oleh dua orang dari kota yang berbeda.
Foto bersama para wanita tangguh Warganet dari 11 Kota

Sesi perkenalan dengan orang-orang di balik layar Gathering Netizen MPR-RI
Oh iya, tak lupa pula kami dari Makassar mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak-kakak yang telah membantu proses registrasi kami. Untuk registrasi dibutuhkan fotokopi KTP dari setiap anggota tim. Nah, kami dari Makassar baru tahu pas sudah sampai di Bandara. Jadinya belum ada yang meng-copy KTPnya kecuali satu orang. Dengan kebaikan dari kakak-kakak blogger dari Medan, kami bisa menitip dan merekalah yang pergi meng-copy-kan untuk kami. Namun, karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing dan dikejar dealine, rasanya kami belum mengucapkan ras terima kasih dengan benar. Untuk itu, sekalian melalui tulisan ini, kami memohon maaf jika tak sempat berterima kasih dan kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya.

Additional story!
Kami sampai di Jakarta sekitar jam 12 siang. Yang cowok tak lupa menunaikan sholat Jum'at terlebih dahulu. Barulah kami memesan kendaraan menuju ke lokasi Hotel tempat kami akan beristirahat. Setelah menempuh penjalan selama kurang lebih 1 jam. Kami pun sampai di lokasi. Perut mulai keroncongan namun registrasi baru akan dimulai sekira pukul 4 sore. Jadilah kami memutuskan berjalan-jalan mencari makan di sekitar hotel. You know lah ya, makan di hotel mehong! Dengan berjalan kaki selama 20 menit-an, sampai jualah di salah satu mall di sana yang menyedikan tempat makan. Maklumlah di sekitar lokasi Hotel yang berdampingan dengan GBK ini sulit sekali menemukan tempat makan pinggiran.
Perjalanan di bawah terik matahari.
Sediakan payung sebelum hujan berfungsi sekali.
Tak apalah berjalan!
Yang penting dapat tempat makan nyaman dan spot foto kece, eh.
 LanjutBaca: Keseruan Deklarasi Warga Net(Netizen) MPR-RI 2018 #Day2

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang. 

13 Desember 2018

Senin, 17 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Selama ini, aktifitas atau pekerjaan yang paling banyak menghabisakan waktu adalah menulis di blog. Meski saya tak terlalu suka pekerjaan yang terlalu banyak menyita waktu, entah mengapa jika berhadapan dengan blogging seperti mati rasa dan lupa waktu. Kadang kala menghabiskan waktu empat hingga enam jam untuk sebuah tulisan utamanya diawal-awal nge-blog.

Jadi apa sih yang membuat betah nge-blog?
Pertanyaan ini adalah hampir sama mengapa saya menulis blog? Ini yang paling sering ditanyakan oleh orang-orang di sekeliling saya. Mengapa saya menulis blog sudah dimuat di tulisan sebelumnya. Di sini saya cukup menambahkan sedikit penjelasan, mengapa hingga sekarang masih betah melakukan aktifitas ini?

Disamping alasan-alasan yang pernah diungkap sebelumnya, saya merasakan kebahagian tatkala sebuah tulisan mampu terselesaikan. Baik atau tidaknya, keren atau tidaknya adalah urusan belakang. Yang penting saya menulis sesuatu yang saya pikirkan terlebih dahulu. Tentunya sudah harus di set apakah hal tersebut cukup berfaedah dan bermanfaat untuk di share.

Jikalau pun kurang bermanfaat menurut kalian dan hanya menulisakan hal-hal receh seputar hidup kalian, periksa lagi apakah memang tulisan tersebut layak untuk jadi konsumsi publik. Jika tidak ya tidak usah di share, jadikan itu hanya konsumsi pribadi. Anggaplah ia sebagai buku harian yang tak perlu diketahui khalayak umum yang penting tulisan jadi dan kita bahagia.

Kegiatan ini juga membuat otak tidak beku. Hal ini dikerenakan dengan menulis tentu akan membuat otak bekerja untuk menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat yang berkembang menjadi paragraf-paragraf hingga akhirnya jadilah sebuah cerita utuh. Apalagi dalam menulis kadang kala kita harus memanggil memori terpendam yang membuat otak terus bekerja mencari informasi dalam sel-sel penyimpanannya.

Selain itu, menulis juga melatih otak untuk berkembang menciptakan ide-ide tulisan. Dengan begitu, lama kelamaan kita akan lebih terasah dalam memikirkan konten-konten menarik namun positif untuk dibagikan. Di sinilah kita akan menyadari betapa kegiatan ini membuat hidup terasa lebih produktif.

Sekarang pilhannya apakah ingin sekedar menjadi blogger part time yang update ketika ada waktu saja atau menjadi blogger full time yang memang secara intens membuat konten-konten menarik dan positif? Hmm.. Jika dipikir-pikir akhir-akhir ini saya cukup produktif membuat tulisan. Hari ini saja rencananya akan membuat delapan tulisan yang harus diupload dan dilaporkan untuk mengejar waktu ketinggalan dalam tantangan menulis 30 Hari dengan 30 topik dari Blogger Perempuan. So, belakangan ini berasa jadi blogger full time karena posting tulisan secara berkala.

Di sisi lain, sesunggunya yang terjadi adalah karena saya sedang kurang kerjaan. Memang memiliki banyak waktu luang plus sangat-sangat ingin menyelesaikan tantangan tadi sehingga jadilah menulis sebagai prioritas utama saat ini. Hitung-hitung jadi blogger produktif di akhir tahun.

Sekarang bisa disimpulkan bahwa sesungguhnya saya masih merupakan blogger part time yang mengupdate tulisan ketika memiliki waktu. Hehehehe … Diri ini masih benar-benar menikmati indahnya menjadi blogger part time yang tak perlu banget memikirkan konten-konten apa yang akan di share setiap harinya. Biar hidup tanpa beban dan tetap bebas berekspresi di blog. Tapi ingat, tetap harus membagikan hal-hal positif ya.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day22

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

16 Desember 2018, 3:55PM!

Sabtu, 15 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim


Teringat 4 tahun silam, ketika pertama kali mulai mengenal komunitas-komunitas di luar kampus. Kala itu, saya tengah mencari wadah dimana saya bisa mengembangkan hobbi menulis. Ketika itu saya menemukan sebuah komunitas blogger. Kebetulan lagi galau-galaunya dan kurang kerjaan di rumah. Plus, saya juga suka membagi tulisan-tulisan di note Facebook waktu itu.

Pada saat aktif-aktifnya mengakses jaringan sosial ini, saya sering melihat tulisan seorang blogger senior. Namanya kak Mugniar. Berangkat dari situ, saya pun bertanya-tanya tentang dunia menulis. Lalu, saya pun bergabung didalam lingkungan Ibu-ibu doyan nulis (IIDN) yang ada di Makassar. Meski hanya sebatas berinteraksi di group.
Kak Herman Membawakan Materi Authority Blog
Membaca tulisan-tulisan dari kak Mugniar, saya pun menjadi semangat untuk menulis blog kembali. Akhirnya, saya aktif untuk menulis cerita-cerita receh tentang keseharian yang penting ngga penting. Hehehe.  Karena seringnya berkunjung ke blognya kak Mugniar dan adanya keinginan untuk bisa aktif di kegiatan-kegiatan blogger, saya pun menemukan logo Komunitas Blogger Anging Mammiri di blog beliau.

Melihat logo-logo yang terpampang di blognya, membuat saya juga ingin melakukan hal yang sama. Sumpah, hal itu benar-benar terlihat keren di mata saya kala itu.  Saya pun penasaran. Bagaimana sih caranya kita dapat memajang logo komunitas di blog kita? Apakah sekedar tempelan atau apa?
Sebentar lagi Makan Nasi Tumpeng di Acara Tusip 12 Tahun Blogger Anging Mammiri Makassar

Ketika menuju ke logo tersebut dan bisa di klik, langsung saja jari-jari ini mengklik dan muncullah halaman website angingmammiri.org. Di sana dijelaskan cara bergabung dalam komunitas tersebut. Ternyata logo yang ada itu bukanlah sekedar tempelan belaka. Dia adalah sebuah keharusan dan menunjukkan identitas sang blogger.

Bermula dari hal tersebut, saya pun dimasukkan dalam group komunitas di Facebook. Mulailah diri ini mengeksplore dunia per-blogger-an. Mulai mengenal banyak teman, meski masih sebatas dunia maya, belum pernah bertemu secara langsung. Saya pun mulai membagikan tulisan-tulisan di sini. Satu per satu kami saling berbagi link, mengunjungi satu sama lain, dan saling mem-follow blog.
Sweet Moment Potongan Tumpeng Pertama dari kakak Ketua Blogger ke Senior Blogger
Inilah hasil dari beberapa teman-teman yang mem-follow blog saya. Di tahun 2015, akhirnya saya pun mengikuti sebuah event blogger, yakni Gathering MPR-RI 2015 di Makassar. Dari sini, saya pun diajak untuk menjadi panitia di acara syukuran 10 Tahun Komunitas Blogger Anging Mammiri. Tanpa berpikir lama-lama, kesempatan ini langsung saya ambil. Kapan lagi bisa mengenal blogger kece dan kerennya Makassar? Inilah kesempatannya.

Dari sanalah, saya mulai mengenal banyak kakak-kakak blogger yang ada di Makassar. Kini bukan hanya sekedar di dunia Maya, namun di kehidupan nyata. Saat bertemu mereka, selalu saja mendapat sambutan hangat dan senyum membahagiakan. Mereka benar-benar member inspirasi, saling bersaing dalam lomba tapi saling mendukung di waktu yang sama.
Kakak-kakak Blogger yang Hadir, Acara Tukar-tukar Kado 12 Tahun Balogger AM
Inilah Komunitas Blogger Anging Mammiri yang saya kenal. Di usia #12TahunBloggerAngingMammiri, semoga senantiasa aktif menebarkan semangat dan aura postif untuk para anggota dan masyarakat.  Terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan ketika kita bertemu. Terima kasih atas segala ilmu dan kesempatan yang diberikan, khususnya menghadiri event nasional di Ibu Kota tanggal 7 – 9 Desember 2018 lalu.

I LOVE YOU and WE LOVE YOU, MY NEW LOVELY FAMILY. 
 Eh, iya hampir lupa tentang judulnya. So, bagi kalian yang ingin bergabung di Komunitas Blogger Anging Mammiri, caranya gampang sekali. Cukup Klik logo Komunitas Blogger Anging Mammiri yang ada di halaman atau di blog ini. Teman-teman sekalian akan dengan mudah menemukan caranya di sana. Gimana, gampang kan? :D
Happy 12 Tahun Our Big Family - Masih banyak yang belum datang
Kado special dari AM dan jadilah tulisan ini tuk menuntaskan tantangan AM di #12TahunAM

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

15 Desember 2018, 2:32PM!