Rabu, 03 Desember 2014

Awal Desember, Banyak Tapi..

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari ini adalah hari AIDS sedunia. Baru tahu di TV sih pas lihat berita. hihihi.. Yup, hari ini adalah tanggal 1 Desember 2014. Awal bulan, awal yang baru, ternyata ada kerjaan baru. Hmm… ngga baru sih sebenarnya, sebelum-sebelumnya kerjaannya juga itu kok. Tebak apa? Ayooo apa coba?Welcome Desember

Hmm.. yup, jagain kemenakan. Hari ini adalah hari pertama kakak masuk kerja. Kali ini agak berbeda dari sebelumnya. Soalnya kali ini aku juga sudah bekerja. Terus gimana nih urusan ngejaga kemenakannya? Ini membuat aku galau berhari-hari. Siapa yang bakalan ngejagain kalau aku juga pergi kerja. Untung aja ada ayah. Ayahku yang baik hati, untuk sementara membantuku untuk menjaga kemenakanku. Thank you Ayah.

Karena ini hari pertama, aku harus menemani ayah. Paling tidak bantu buatin susu buat adek kecil. Aku cuman bisa batu sampai siang sih. Soalnya sore nanti ada less bahasa korea. Jadi siangnya sekitar jam 2.30 sudah harus menuju kampus. Waktu yang ditempuh untuk sampai ke sana kurang lebih 1 jam. Jadi benar-benar harus di perhatikan waktu keberangkatannya biar ngga telat.

Hufftt

Ribet juga nih urusannya. Pertama kali lagi ngejagain kemenakanku yang kini sudah 2 orang. Yang satu berumur 3 bulan lebih dan satu lagi berumur 3 tahun lebih. Yang 3 tahun ini, beuhhhh.. nakalnya minta ampun. eh, bukan nakal sih. Tapi lebih suka nangis ama teriak-teriak. Sekali teriak rasanya gendang telinga mau bocor. errrggggg…. adek kecil jangan teriak dong. kasian aka.. hiksss..

Belum lagi pake nangis kalau mau apa-apa. kadang juga menyenagkan kalau dia lagi ngga nangis. Dia lagi mau main dan kita temenin jadi asyik juga. Tapi banyakan part nangisnya sih. T_T

Okay, tiba waktunya untuk berangkat. Entah mengapa akhir-akhir ini suka banget nonton FTV. Ini ngga bisa di biarin. Aku masih saja menetap di depan TV hingga iklan tiba. Pas iklan pun rasanya ngga rela ninggalin. Maunya stay nonton buat tahu cerita selanjutnya. Tapi ngga boleh. Harus dilawan nih. Soalnya harus les bahasa korea. Kan mau ke korea, jadi harus berjuang melawan malas. Harus semangat untuk menggapai mimpi. KOREA 2015. Amin ya rabbal alamin..

Aku pun meluncur ke kampus. Aku meluncur dengan kecepatan normal 40 –50 km/jam. Ngga usah balap-balap, yang penting selamat. Kan lagi ngga buru-buru juga. hehehe

Sesampainya di kampus, aku langsung memarkir motor. Dari tempatku parkir terlihat seseorang yang aku kenal. Ingin memanggilnya, tapi aku masih sibuk merapikan barang di motor. Berharap jika sudah sampai di dekat parkiran dia menyapaku duluan. Setelah selesai merapikan motor aku melihat ke sekeliling. Aku mencari sosok yang kukenla itu. Ternyata dia sudah melewatiku. Ia masih saja sibuk dengan HPnya dari tadi. Aku malas memanggilnya. Aku pergi saja menuju ke kelas.

Di kelas sudah ada 성생님 yang menunggu kami. Aku belum terlambat. Yes! Alhamdulillah. Aku pun belajar dengan tenang dan fokus walau kadang juga salah fokus.. hihihi… Tapi aku menunjukkan kenyamananku belajar dan keinginanku belajar pada 성생님. Aku benar-benar suka belajar bahasa korea walau kadang malas menghampiri. Mungkin bukan malas, hanya sekedar capek saja.

Karena aku punya titipan untuk sepupu hari ini, aku pun ke kantor. Aku menunggunya di sana. Padahal rencananya hari ini aku ingin langsung pulang selepas les bahasa korea. Aku pun menuju ke kantor. Sesampainya di kantor, sangat sepi. Nampaknya malam ini kelas di cancel. Pernyataan ini pun dibenarkan oleh mam lia, Admin/FO. okay, aku cukup menunggu sepupuku malam ini.

Selepas magrib, kami merasa kelaparan. Mam lia ingin makan sushi, sedang aku masih bingung. Aku pun menemaninya saja. Eh, melihat es potong yang ada di dekat penjual sushi sangat menggiurkan. Aku pun membeli es potong saja. Sambil menunggu sushi jadi, mam lia memanfaatkan waktu untuk sesi curhat.

Kecurigaanku tentang perasaannya selama ini benar. Sebangian yang Ia rasakan sama dengan yang aku rasakan. Tapi, tak apalah ia mengungkapkannya padaku. Untuk membuat hati menjadi plong saja, aku mendengarkan sambil sesekali memberikan komentar. Aku memahami perasaannya. Kami sangat akrab malam itu. Seperti sebelumnya, kami memang akrab sih.. hehehe.. Mungkin karena kami seumuran. Walau beliau sudah memiliki pendamping hidup dan aku belum. Kadang iri juga rasanya kalau ia akan pergi berkencan dengan sang kekasih yang halal. ehhh.. keren banget. Ya Allah.. kapan yaa saya? hehehe… Insya Allah datang di saat yang tepat dan terbaik. Amin.

Ketika kami kembali ke kantor, di sana sudah ada anak-anak yang menunggu. kagetnya diri ini setengah mati. hikss.. hari ini rencananya ngga mau teaching, jadinya teaching juga. Tapi tak apalah, hitung-hitung bantu mam lia mengurangi sedikit bebannya hari ini. Alhamdulillah juga, dapat tambahan rejeki :)

Semoga saja semua anak-anak ini daftar. Kadang aku merasa tak enak mengajar di trial class. Aku kadang takut mereka tidak mendaftar. Tuntutan untuk membuat siswa mendaftar kadang merasuki kepalaku dan membuat itu jadi sedikit beban. Tapi tidak! Tidak boleh! itu tak boleh jadi beban. Itu harus menjadi semangat dan tantangan untukku. Walau gagal, aku harus menjadikan itu pelajaran. Karena ada banyak faktor X yang bisa menghalangi. Aku tak bisa memaksa mereka mendaftar. Hanya Allah swt. yang bisa menggerakkan hati seseorang. Aku hanya harus mengerjakan tugasku sebaik mungkin, semaksimal mungkin, dan dengan sungguh-sungguh.

Semangat evhy chan ^^

Alhamdulillah :)

Makassar, 1 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)