Tampilkan postingan dengan label silaturrahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silaturrahim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

,

clip_image002Dalam acara pertemuan blogger se-Makassar kemarin, BCA melakukan sebuah inovasi bagaimana menggunakan uang dan teknologi yakni dompet digital. SAKUKU. Mba Diandra, perwakilan dari BCA mensosialisasikan tentang adanya dompet digital ini. Sebenarnya dompet digital ini sudah sangat popular di luar negeri. Misalnya saja di Korea. Di beberapa drama Korea, mereka menggunakan HP untuk melakukan transaksi pembayaran baik di supermarket ataupun mall.

Nah, kini dompet digital Sakuku besutan BCA hadir di tengah-tengah kita. Seperti namanya, Sakuku ini digunakan untuk menyimpan uang. Hanya saja jika saku yang biasa ada dikantong belakang atau depan celana kita bentuknya dapat terlihat, Sakuku ini bentuknya berupa digital yang dapat didownload di application store dan Google playstore. Tidak hanya untuk menyimpan uang dalam bentuk saldo digital, aplikasi ini dapat juga digunakan untuk membayar belanjaan ataupun makanan kita di beberapa tempat tertentu, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya. Di Makassar sendiri, Sakuku dapat digunakan di beberapa tempat tertentu, salah satunya bistropolis tempat kita ngobrol.

,

clip_image002Malam rabu lalu (9 Agustus 2016), suasana di Bistropolis café di penuhi suara gaduh para blogger. Biasanya para blogger lebih banyak berkiprah di dunia penulisan. Walau begitu ketika di kumpulkan dalam acara “Ngobrol Bareng Blogger”se-Makassar, ternyata bisa rame dan seru-seruan juga. Walaupun kita bogger, tapi sekali-kali ngobrol itu perlu. Makanya, ketika diundang ke acara tersebut, saya langsung meng-ia-kan ajakan kakak senior yang telah lama berkiprah didunia blogger dan masih aktif hingga sekarang. Namanya Kak Mugniar. Diacara ini, saya duduk bersebelahan dengan beliau. Walau umur beda jauh, kelakuan pas ketumu tetap sama, alias foto-foto. Ini bukan foto selfie ya, tapi foto untuk dokumentasi blogger hehehe. Bicara tentang acara ini, pertama-tama saya membahas ketika pertama kali memasuki ruangan para blogger berkumpul, setelah mutar-mutar 3x untuk nemuin tempatnya. Finally, dapat juga. Alhamdulillah..

Nah, ketika memasuki pintu, para blogger di sambut oleh para panitia yang ramah-ramah dengan senyuman tulus (emang tau senyum tulus gimana?? Hmm.. asal terasa hingga ke hati berarti tulus deh.. udah itu aja). Di panggung sudah disungguhkan performa dari sebuah band lokal. Meski lokal, vokal belum tentu kampungan, top deh! Saya pun memutuskan duduk sebelahan sama meja MC! Biar bisa ngeliat pemateri sama MC yang kece-kece gitu (jelalatan banget matanya.. Awas.. Jaga pandangan lhooo.. (ingetin diri sendiri).. bercanda kok hehe).

Rabu, 16 Desember 2015

,

Bismillahirrahmanirrahim.

“Kak, ayok ikut pengajian” ucapku pada kakak yang masih berleye-leye di tempat tidur. Saya tengah bersiap-siap untuk berangkat. Kakak hanya tersenyum. Senyumnya menyiratkan bahwa ia tak mau, seakan anti dengan kata itu.
”Dirimu saja” ucapnya.
”Ayolah…” Ucapku lagi dengan nada memelas. “Kalau begitu antar aku saja” lanjutku.
”Kamu sajalah” ucapnya lagi. Saya terus memintanya namun ia tetap besikukuh dengan jawabannya. Lama kelamaan saya sedikit dongkol. Akhirnya nada bicaraku berubah dari memelas menjadi sedikit memaksa.
”Ayolah kak. Saya ngajaknya untuk kebaikan kok. Masa nda mau. Saya kan ngga ngajak buat maksiat” ucapku dengan kedongkolan.
”Terus kalau saya ke sana saya bikin apa?” tanyanya.

Jumat, 17 Juli 2015

,

Layaknya hari raya adalah waktu yang tepat untuk bersilaturrahim. Jika ada yang tak melakukan itu, maka itu baru aneh namanya. Silaturahim memang ibadah rutin yang selalu dilakukan hari ini. Satu persatu rumah keluarga dan tetangga di kunjungi.

Hari ini saya hanya bisa mengunjungi 3 rumah. Yang pasti menikmati hidangan di rumah orang lain rasanya terasa lezat dibandingkan di rumah sendiri. Oleh karenanya, jika lapar, saya akan langsung berkunjung ke rumah tetangga atau saudara. hehehhe..

Malam menjelang. Kami menuju ke sengkang. Disana kami akan mengunjungi keluarga kakak ipar tertua, suami dari kakak tertuaku. Sengkang adalah salah satu daerah di sulawesi selatan. Bisa dibilang kota yang mirip dengan makasaar dan juga kota fashion. Menurutku.

Dalam perjalanan, saya menikmati angin malam yang dingin. 1 mobil dengan duduk berdempet-dempetan dan bertumpuk-tumpuk. Saya duduk di tengah-tengah. Saya juga menikmati bintang bertaburan di langit. Jika di kampung halaman bisa menyaksikan.bintang lebih banyak. Hal ini disebabkan proyeksi cahaya ke langit lebih sedikit dibandingkan di kota yang bertaburan cahaya. oleh karena itu, bintang lebih terlihat banyak di sini. Saya sangat menyukainya.

Tak terasa pikiran ini melamun jauh. Saya tengah membayangkan banyak hal. Terkadang saya senyum sendiri. Orang-orang tak melihatnya karena gelap.

Pikiran ini pun sampai kepada permasalahan hidup. Saya seakan-akan berhadapan dengan temanku dan akan memberinya nasehat. Ia seakan-akan curhat di depanku. Saya mendengarkan dan memikirkan apa yang harus ku katakan.

Pada akhirnya, saya pun mendapatkan.pelajaran hidup.
"if you take it easy, you can enjoy it more. as same as life, if you take it easy, you can enjoy your life more. Your life it's depend on your feeling" -evhy, 170715-

Saya memikirkan bahwa permasalah hidup yang kita hadapi kadang kala tergantung cara kita menyikapinya dan membuat perasaan yang seperti apa terhadapnya. Saya pun kemudian ingin mengatakan padanya bahwa diri ini pernah memiliki perasaan yang sama. Perasaan gelisah, perasaan hamba, dan menyalahkan tuhan terhadap kegagalan atau pun nasib yang menimpa hidup ini. Sesungguhnya permasalahan kita pernah sama walau berbeda situasi dan kondisi. Permasalahannya sebenarnya berada pada perasaan yang tengah dirasa. Bila saya mampu mengatasi perasaan itu, berarti dia pun bisa. Bila rasa yang dirasakan adalah sama berarti masalah kita sama. Bila masalah sama berarti solusinya bisa sama. Saya pernah mengalami hal itu dan kini masa itu telah berlalu..Alhamdulillah.. kini saya mampu mengatasi dan menemukan obat ping mujarab untuk itu.

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menerima. Ya.. menerima! Menerima diri kita, menerima hidup kita, menerima nasib dan permasalahan yang kita hadapi. Feeling greatfull for every single things in our life. Itulah proses menuju syukur. Ketika kita bisa menerima kita akan sadar siapa diri ini sebenarnya. kita akan tahu bahwa hidup ini ada dalam gengaman pencipta-Nya. Kita akan sadar akan dosa-dosa yang selama ini kita lakukan. Kita akan sadar akan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Lalu kita pun akan bertaubat dan berserah diri pada-Nya. Rasakan sensasinya sendiri. Karena sensasinya dahsyatnya hanya bisa dirasakan sendiri tak bisa diwakilkan.
Inilah pelajaran sepanjang jalan. Alhamdulillah... kini kami pun telah sampai di tempat tujuan. Tak lupa memberi salam lalu memasuki rumah. Tak lupa pula meraih tangan tuan rumah, bersalaman sambil mencium tangan. Itulah tradisi keluarga kami jika bersalaman denga keluarga yang lebih tua berdasarkan silah-silah kekeluargaan. Di meja sudah terlihat makanan. Mataku sudah tertuju sama martabak yang ada di sana. Ohhh.. itu terlihat lezat. Saya pun mengambil kursi dan duduk tepat di samping meja tersebut.

Tak lama ada ijin untuk memakan makanan itu. Saya pun langsung mahapnya. Emmmm... Yuuummmmyyyy... Alhamdulillah.. enak tenan rek.. Selang beberapa menit ketika martabak hampir habis (saya cuman makan 2 lhoo yaa.. yang lain pada makan juga. Buka saya yang habisin.. *pembaca:ngga ada yg nanya mbak), makanan lain pun bermunculan. Sop kondro, burasa, palopo', dan tumbu-tumbu menghiasi meja makan di ruang tamu. Di meja sebelahnya yang lebih rendah juga terdapat kue kering di toples. Ada juga air minum di sana. Alhamdulillah... Terima kasih Ya Allah..

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Makassar, 17 Juli 2015