Kamis, 31 Desember 2015

Mam Nurul Ultah 23

Bismillahirrahmanirrahim.

Pagi itu saya datang dengan membawa tas ransel. Hari ini kami berencana untuk pergi ke rumah salah satu teacher di TIEC. Namanya mam dede, atau biasa di sapa nurul di rumahnya. Tas ranselku sudah berisi baju ganti. Selain ke rumah nurul, kami juga akan berangkat ke Bantaeng dan Tanjung Bira. Liburan akhir tahun bareng TIECitizen ceritanya.

“Mam, tidak jadi pergi” ucap gugun kala melihatku masuk ke ruang teaching.
“Oh.. nda jadi? Hmm.. tidak apa-apa sih” ucapku dengan perasaan sedikit kecewa. Tapi tak kecewa-kecewa amat. Karena sesungguhnya saya memiliki rencana lain jika memang tak jadi liburan kali ini.
“So, jadi apa tidak?” ucapku lagi.
”Hmm.. tanya dulu mam yuni. Mam anty tidak bisa perg. Jadi mam yuni bilang buat di cancel” ucap gugun lagi. Gugun adalah salah satu staff di TIEC Talasalapang.
”Oh.. kenapa anty tidak jadi pergi?” tanyaku. Setahuku kemarin ia jadi kok perginya.

“Tanya maki dulu. Kita bujukki” ucap gugun lagi.
”Mam yuni, jadi apa tidak?” chat ku pada mam yuni.
”Anty, tidak jadi pergi? kenapa? katanya di cancel ya?” ucapku pada anty dalam chat di BBM.

“Iya tidak pergika. Kebanjiran rumah. Harus bersih-bersih. Coba kita bujuk maki mam yuni untuk pergi” balas anty.
”Oh.. mau di bantu nda bersih-bersihnya? Setelah itu kita pergi sama-sama. Hmm.. kenapa saya harus bujuk mam yuni? Saya kan ngikutji. Jadi klaua tidak jadi, ya tidak jadi” balasku ke anty.

“Jadiji.. Nanti saya mau bujuk dulu anty” ucap mam yuni.
”Oh oke mam” ucapku.

Selanjutnya saya menghubungi mam nia dan mam sri. Mam sri juga tak jadi pergi. Aaahhh… tak seru ah bila mereka berdua tak pergi. Saya pun menjemput mam nia. Disana kami sempat berdiskusi masalah jadi tidaknya. Jadi atau tidak kita ke kantor saja dulu. Jika memang tak jadi, mari kita pergi keliling makassar saja. hahahha

Sampai di kantor, kami tinggal menunggu instruksi. Tak lama bos pun datang. Siapa lagi kalau bukan mam yuni dan sir sani.
”Tidak bisa anty pergi. Rumahnya kebanjiran sampai betis. Parah memang” ucap mam yuni yang sudah mengunjungi rumah beliau. Tadinya saya dan mam nia juga berencana ke sana. Tapi karena mam yuni mau ke sana juga, akhirnya kami pun memutuskan untuk menganggap mam yuni sebagai perwakilan kami.

Oke, waktunya berangkat. Barang-barang pun diatur. Saya hanya mengeluarkan headset dan HP. Ini untuk menemani perjalanan kami nanti.
Awalnya perjalanan lancar saja ketika melewati jalanan BTP hingga depan Unhas. Dari sana bermulalah kendaraan padat merapat. Sedikit-sedikit mobil kami dapat maju. Wahh.. bau durian tetiba menyengat. Disamping kami ada mobil pengangkut duria. Jadi pengen makan durian.

Setelah kurang lebih 1 jam kami terjebak macet, akhirnya perjalanan kami pun lancar.
“Mam dede, maafkan. Kita tidak jadi pergi kerumahnya. Jalanan macet sekali” telfon gugun kepada mam dede. Ini untuk kejutannya.
Mobil terus melaju dan berhenti di depan toko kue. Kami membeli kue spesial untuk ulangtahunnya. Kemarin pas tanggal 24 dec, kantor libur. undangan ke rumahnya pun tanggal 26 dec. Oleh karenanya, kami baru sempat memberinya kejutan.

Setelah membeli kue, mobil pun melaju kembali menuju ke destination pertama kami. Yup! Rumah mam dede, eh.. katanya panggil nurul.. hahahha.. Ia tak suka sekali di panggil nurul. Jadinya kami kompak akan memanggilnya nurul kala di rumahnya nanti. hehehe.. Pieceee yeee..

Akhirnya kami pun sampai di rumahnya. ssstttttt… jangan ribut.
“Cepat ambil korek. letakkan lilinnya” entah siapa yang ngomong. Sepertinya mam yuni.
”Video-video” kata gugun dengan sangat pelan.

Tok.. Tok.. Tok..
Gugun yang berada di depan pintu mengetuk pintu pelan. Saya mengambil video dari sini. Kala pintu terbuka semua serentak menyanyikan lagu Happy birtday untuknya. Saya terus menvideokan hingga adegan cium pipi kiri dan pipi kanan di dalam rumah bersama mam yuni. hehehe

Wah, rumahnya sungguh unik. Saya langsung mengambil posisi duduk di atas karpet di ruang istirahat dekat dengan meja makan. Di depan kami sudah ada salad buah.
”Ayo makan” kata tuan rumah mempersilahkan.
Saya dan mam nia pun langsung mengambil makanan. Maklum, makanan di depan kami terlihat sangat enak. Tak lupa untuk nge-wefie. Sir sani pun memvideokan aktifitas kami dan kami tak sadar bahwa ada kamera yang mengintai. Hahaha.. banyak jenis tingkah laku yang terjadi. Diriku jadi korban. Karena banyak sekali hal yang terambil. Apalagi ternyata kamera menuju ke arahku. aaahhhhhhhh.. jadi malu sendiri pas nonton…

Waktu sholat pun tiba. Kami sempat mengeksplore rumahnya mam dede. Uniknya karena ternyata rumah sekecil itu namun terdapat banyak kamar-kamar. Kamarnya memang tak begitu luas. Tapi sangat cukup untuk sendiri dan meluangkan waktu di dalamnya dengan segala kenyamanannya. Ingin rasanya punya rumah yang seperti itu. Banyak kamar-kamar rahasia. hahaha

Barakallahu fii umurik mam nurul alis mam dede. Terima kasih untuk makan siang dan jamuannya hari ini. Mulai dari salad buah, bakso, hingga puding coklat kesukaanku. Ahh… TOP B.G.T. deh untukmu ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-mam dede House, 26 Dec 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)